SEMARANG, Mediajateng.net – Dampak erupsi Gunung Merapi, Jumat (1/6) pagi terasa di Semarang. Sebagian wilayah ibukota Jawa Tengah tersebut dilanda hujan abu.

Pada pukul 08.20, erupsi. Bahkan BPPTKG melaporkan tinggi kolom abu letusan teramati 6.000 meter di atas puncak (± 8.968 m di atas permukaan laut).

Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, dua bandara dilakukan penutupan selama 3 jam. Penutupan Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang dan Bandara Internasional Adi Soemarmo Solo.

Dian Permatasari Comunication and Legal Section Head Bandara A Yani Semarang menjelaskan, penutupan berdasar penerbitan NOTAM B3949/18 dan B3951/18, PT Angkasa Pura I (Persero) menginformasikan penutupan sementara operasional Bandara Internasional Ahmad Yani, Semarang dan Bandara Internasional Adisoemarmo, Solo selama 3 jam mulai pukul 15:30 WIB sampai dengan pukul 18:30 WIB.

“Penuupan sebagai dampak sebaran debu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi Jawa Tengah pada pukul 08.20 tadi pagi,” katanya.

Penutupan bandara oleh AirNav dilakukan setelah hasil paper test airside di kedua bandara dinyatakan positif mengandung debu vulkanik dan berpotensi mempengaruhi keselamatan operasional penerbangan. Penutupan, kata dia berdampak pada 15 penerbangan dari dan ke Semarang. Serta, empat penerbangan dari dan ke Solo.

“Abu dari Merapi mengganggu penerbangan. Sehingga masih dilakukan penutupan penerbangan,” katanya.

Akibat penutupan bandara, ratusan calon penumpang masih menunggu di Bandara. Hampir seluruh ruang tunggu bandara dipenuhi calon penumpang yang hendak berangkat dari Semarang ke sejumlah kota.
Tidak saja berdampak pada bandara, debu Gunung Merapi juga dirasakan sejumlah daerah. Di Kabupaten Grobogan, dan Kota Semarang debu begitu dirasakan oleh pengendara.

“Tadi pas naik kendaraan debunya tebal dan bikin batuk. Saya kira debu tanah yang terbang karena kendaraan ternyata debu gunung Merapi,” katanya.