Basuki Data, Jebolan Gelapan Hilang

0
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi tanggul jebol di bendung Glapan
Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono saat meninjau lokasi tanggul jebol di bendung Glapan

GROBOGAN, mediajateng.net – Kondisi tanggul yang jebol di Bendung Glapan rupanya juga menjadi perhatian Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.

Basuki menyempatkan melihat langsung lokasi yang jebol dan mengakibatkan 30.000 terdampak. Basuki, melihat Grobogan dalam rangkaian lawatan ke bandara Ngloram, Blora, Sabtu (11/1).

Didampingi Sekretaris Daerah Grobogan Moh Sumarsono, Kapolres Grobogan AKBP Ronny Tri, Dandim 0717/Purwodadi Letkol Inf Asman Mokoginta, Kepala BPBD Endang Sulistyoningsih Mentri Perhubungan, Basuki Hadimuljono meminta penanganan darurat tanggul jebol di aliran Sungai Tuntang bisa dilakukan secepatnya.

“Dalam waktu tiga hari ke depan sudah harus selesai karena cuaca masih potensi hujan terus. Prediksi BMKG, puncak hujan masih berlangsung sampai Februari. Untuk itu, penanganan darurat tanggul jebol harus cepat diselesaikan,” tegasnya.

Untuk penanganan darurat bisa dilakukan dengan cepat. Ia menjelaskan, pekerjaan bisa dilakukan lebih dulu dan setelah itu baru dihitung biayanya. Setelah direview BPKP, pekerjaan penanganan darurat yang dilakukan baru dibayar.

Setelah penanganan darurat, nanti akan dilanjutkan dengan penanganan secara permanen. Namun, untuk penanganan permanen ini membutuhkan waktu lama karena harus melalui tahapan lelang.

Sementara itu, Kepala BPBD Grobogan Endang Sulistyoningsih menegaskan, wilayah Kecamatan Gubug ada 12 desa yang mengalami musibah banjir pada Rabu malam hingga Kamis (9/1). Masing-masing desa tersebut, antara lain Desa Penadaran, Glapan, Ngroto, Trisari, Ginggangtani, Kuwaron, Papanrejo, Kunjeng, Rowosari, Gubug, Jeketro, dan Ringinharjo.

Akibat bencana tersebut, ada sekitar 30 ribu orang yang terkena dampak banjir. Selain itu, ada ribuan hektar areal tanaman padi dan ribuan rumah warga yang sempat tergenang.
“Akibat banjir, ada tiga rumah warga yang hanyut, sembilan rumah rusak berat dan 19 rumah rusak ringan,” jelasnya.

Banjir akibat meluapnya Sungai Tuntang juga mengakibatkan jebolnya tanggul di sejumlah titik, seperti di Desa Glapan, Ngroto, Trisari, Papanrejo, dan Ringinharjo. Kemudian, rumah genset Bendung Glapan yang hanyut diterjang banjir.

“Selain di Kecamatan Gubug, banjir juga melanda sejumlah desa di beberapa kecamatan lainnya. Yakni, Kecamatan Tegowanu, Kedungjati, Godong, Penawangan, dan Karangrayung. Saat ini, kondisi banjirnya sudah surut,” ungkap mantan Sekdin PUPR Kabupaten Grobogan ini. (Ag-MJ)