DEMAK, Mediajateng.net – Staf Ahli Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Republik Indonesia , Bidang Budaya Kerja Teguh Widjanarko, mengaku sangat apresiatif terhadap Pemerintah Kabupaten Demak atas terselenggaranya Gelar Budaya Kerja dan Pesona Wisata Demak 2018 yang yang berlangsung di area Sekretariat Daerah Kabupaten Demak.

“Ya, acara ini, tentunya bisa jadi ajang promosi daerah, tidak hanya kepada masyarakat lokal, regional maupun tingkat nasional saja, bahkan ditingkat Global,” kata Teguh seusai pembukaan Gelar Budaya Kerja dan Pesona Wisata Demak 2018 , di Pendopo Kabupaten Demak, Rabu (24/10/2018).

Di era digital ini, agar Demak lebih dikenal luas harus bisa memanfaatkan sosial media, baik itu Facebook, Tweetter maupun Instragram. Apapun potensi Demak harus di tampilkan juga di dunia maya agar masyarakat luas lebih mengenal Demak dan mengetahui keberhasilan yang telah dicapai.

“Banyak sekali orang yang bepergian dan mengunjungi tempat-tempat tertentu karena mereka terobsesi oleh gambar, foto, ulasan dan video yang mereka peroleh dari media sosial, sehingga diharapkan banyak orang yang berkunjung di Demak,” katanya.

Di era industri pariwisata, budaya hospitality harus dikedepankan. Dalam sebuah penelitian, sebanyak 68 % wisatawan tidak akan kembali , kalau mereka tidak memperoleh pelayanan yang ramah. Jadi perlakuan sopan santun serta keramahan merupakan bagian penting dalam hospitality.

“Kalau yang didatangi ramah dan santun, pelayanannya juga memuaskan, pengunjung (wisatawan) akan merasa nyaman dan akan datang kembali,” jelasnya.

Menurut Teguh , pembangunan tidak cukup membangun, memperindah, memperbaiki atau menata lokasi – lokasi yang sudah ada dan mempunyai potensi untuk dikunjungi wisatawan, tetapi juga perlu membangun budaya kerja positif.

“Kita harus menciptakan pemerintah yang berintegritas dan jangan biarkan ada penyimpangan-penyimpangan seperti korupsi, kolusi, nepotisme,karena hal itu akan mencoreng pemerintahan kita,” tegasnya.

Kepada puluhan tamu undangan yang terdiri Bupati dan Walikota serta perakilan pemerintah provinsi yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia, Bupati Demak, M. Natsir menyampaikan berjuta potensi yang bisa di explore di Demak.

Wisata religi dan ekowisata yang wajib dikunjungi antara lain, Masjid Agung Demak, Makam Sunan Kalijaga di Kadilangu, Makam apung Syekh Mudzakir di Desa Bedono Kecamatan Sayung, serta wisata hutan mangrove di delapan lokasi yakni tracking mangrove di desa Kedungmutih, Desa Babalan, Desa Menco dan Dukuh Onggojoyo Kecamatan Wedung, hutan mangrove di Kecamatan Bonang, hutan mangrove di Desa Tambak Bulusan , Kecamatan Karangtengah serta tracking mangrove di Desa Morosari dan Desa Bedono, Kecamatan Sayung.

“Kami berharap , kalau bapak dan ibu nanti kondur (pulang), jangan lupa bawa oleh-oleh khas Demak. Ada batik sisik khas Demak, buah belimbing dan jambu delima, olahan belimbing, olahan hasil laut dan kerajinan perak. Untuk itu, kami akan ajak semua yang hadir disini untuk mengikuti city tour pada pesona wisata yang diselenggarakan besok tanggal 26 Oktober,” ujar Bupati Natsir berpromosi.

Usai kegiatan tersebut, acara dilanjutkan dengan seminar Nasional Budaya Kerja yang menghadirkan pembicara dari Staf Ahli Menpan Teguh Widjanarko, serta Iman Herdimansyah yang berikan materi terkait ESQ, seminar tersebut dipandu langsung oleh Sekretaris daerah Kabupaten Demak Singgih Setyono.