SEMARANG, Mediajateng.net – Pelaksanan Pilgub Jateng 2018 ini diprediksi bakal berjalan adem ayem. Hal tersebut dilihat dari sisi budaya serta komitmen tim sukses dua pasangan calon. Namun ada ruang yang perlu diwaspadai, yakni media sosial.

Pengamat politik pak joko priatmoko mengatakan secara umum politik di jateng ini damai karena ada budaya.

“Tapi di politik mungkin saja nanti budaya budaya itu bisa di goreng oleh timses. Polisi punya tugas sangat banyak kali ini sekitar 4,5 juta manusia menggunakan medsos di Jawa Tengah. Sangat luar biasa. Melalu media sosial  bisa mendorong untuk menyampaikan program2 yang spesifik dan terukur,” katanya Senin (19/2).

Dia mengatakan bahwa calon calon ini masih sering menjual mimpi. Dia berharap kedua paslon ini bisa mempunyai visi misi jangka panjang bukan hanya 5 tahunan saja dan peduli daerah pinggiran, perbatasan dan kantong kemiskinan.

Sementara itu Tim sukses Ganjar Taj Yasin, Bonar mengatajan bahwa pesta demokrasi inj harus merawat persahabatan sebaik mungkin. Kemudian dilaksanakan rambu rambunya.

“Masyarakat sekarang sangat cerdas untuk melihat dan memilih sendiri. Posisi kita adalah petahana. Kita menyampaikan apa yang sudah dilakukan dan belum dilakukan. itu modal kami,” katanya.

Dia mengaku kampanye dalam media sosial sudah disiapkan, tetapi tidak black campign. Menurutnya, masyarakat Jateng sudah cerdas.

“Pengalaman kami, calon popularitas juga tidak bisa menjaga elektibilitas. Prinsipnya kita harus berhati hati. Kecerdasan masyarakat juga tinggi. Kami berhati-hati jangan sampai panasnya DKI sampai ke Jateng. Kita hanya ingin adu konsep adu visi misi untuk rakyat Jawa Tengah,” tandasnya.

Sementara itu, Tim sukses Sudirman Said, Sriyanto Saputro mengatakan yang pertama memang popularitas dari calon lain. Menurutnya sekarang ini pihaknya sedang mengejar hal itu.

“Sekarang bukan jaman dengan cara kotor. Kemarin juga sudah mendatangani komitmen untuk kempanye damai. Saat ini sedang meningkatkan popularitas,” katanya.

Ditanyabsial cara, dia menjelaskan bahwa berbagai media dia manfaatkan. Dari ketemu langsung, media sosial dan media lainya.

“Kami sepakat kampanye dengan damai. Baik para elit maupun pendukung. Kasus Jakarta tidak dibawa ke Jateng. Pemilih juga sudah cerdas, info info kontra tidak pantas dilihat. Meskipun media sosial tidak terbatas ruang dan waktu,” katanya.

Dia juga menekankan ke tim dan kader maupun pendukung agar mengikuti aturan jangan sampai melanggar undang2 ITE dan batasan hukum lainnya, jangan sampai dipidanakan.

Kasubdit 1 Keamanan Negara Ditreskrimum Polda Jateng AKBP Parasian Herman Gultom, S.Ik M. Si juga menekankan sampai saat ini pelangaran yang terjadi ada 2 yaitu dari Banjarnegara dan Banyumas, namun belum masuk pidana.

“Jadi penangan belum sampai kami. Kami Polda Jateng mengimbau kepada seluruh masyarakat agr tidak mencampurkan agama ras dengan politik, kemudia jangan percaya berita yang tak akurat atau Hoax,” tandasnya.