Semarang – mediajateng.net

Dengan mengendarai sepeda motor RX King, dua orang yang mengaku sebagai annggota Polisi melakukan pemerasan dan pengancaman menggunakan Senjata Api kepada 6 Orang Remaja asal Kabupaten Kuningan. Dari peristiwa itu pelaku beehasil membawa satu buah sepeda motor, jam tangan, sepatu, 3 buah HP, uang tunai Rp.520 ribu dsn surat surat berharga lainya saat sedang istirahat di sebuah taman di jembatan kawasan Banjir Kanal Barat , Sabtu (16/4) sekir Pukul 03.30. Pelaku sendiri merampas motor Vario warna merah E-4803-ZJ setelah koban diajak ke Fly Over Kalibanteng dan ditodong menggunakan senjata Api.

Dari keterangan salah satu korban bernama Andryana (20) warga dusun Manis Rt 02 Rw 03, Sindangsari, Sindangagung, Kabuoaten Kuningan, mengatakan bahwa saat itu dia bersama ke 5 rekanya masing masing Mohamad Sodiq, Indri Mauladi, Raihandaka, Erik Pradina dan Rizki Muhamda Zidan, usai melakukan perjalanan dari Kab Kuningan Jawa Barat beristirahat di seputaran jembatan Banjir Kanal Barat. Belum 10 menit beristirahat tiba tiba didatangi dua ornag menggunakan motor RX King.

” saya dan 5 rekan lainya kaget ketika dibentak oleh dua orang yang mengaku Polisi dan meminta semua barang tidak terkecuali sepatu. Khusus saya dan Sodiq disuruh ke kantor, dengan membawa sepda motor. Katanya mau dipriksa. sampai di jembatan layang kalibanteng saya ditodong dengan pistol dan pisau, motor saya dirampas,” Ungkap Andryana saat melapor Di SPKT Polrestabes Semarang.

Lanjut Andryana, setelah merampas motor pelaku langsung kabur menuju ke arah barat. Sedangkan korban bersama Sodiq berjalan kaki menuju kembali ke arah rekan lainya yang masih menunggu di jembatan Banjir Kanal Barat.

” saya tanya ke orang yang lewat mana kantor Polisi terdekat. Ini saya dan rekan lainya diminta ama pelaku, Dompet, uang,Hp termasuk STNK dan sepatu juga diminta,”imbuhnya.

Atas peristiwa tersebut korban bersama 5 orang rekanya melaporkan insiden tersebut ke SPKT Polrestabes Semarang. Saat ini kasus perampasan disertai ancaman masih dalam penyelidikan Petugas Reskrim Polrestabes Semarang.(MJ-303)