SEMARANG, Mediajateng.net – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) menyayangkan sikap Pemerintah Provinsi Jawa tengah yang kurang memperhatikan keberadaan Panti Asuhan di Wilayah Provinsi Jawa tengah.
Hal ini diungkapkan Ketua LKSA Jawa Tengah, Ahmad Suhari, kepada Mediajateng.net kemarin.
Menurutnya, minimnya perhatian itu terlihat dari bantuan yang disalurkan. Berdasarkan data yang dimiliki, jumlah panti asuhan di Jawa Tengah saat ini mencapai 800 panti, sementara bantuan dari pemerintah provinsi hanya Rp200 juta/tahun.
“Hal ini membuktikan selama ini pemerintah tidak memperhatikan anak-anak yang seharusnya dipelihara oleh Negara. Bantuan yang diberikan sangat kecil. Itu untuk bikin teh saja tidak manis, bahkan semakin lama sepertinya semakin menjauh saja,” katanya, kemarin.
Namun demikian Suhari mengungkapkan, dengan tidak diperhatikan oleh pemerintah, bukan berarti Ia bersama pengurus panti laninya menelantarkan anak-anak panti. Menurutnya, panti asuhan di Jawa Tengah tetap solid.
“Panti di Jateng tetap solid, walau tidak ada bantuan dari Pemerintah Provinsi Jateng, forum terus bergerak, pada prsinsipnya berjalan baik, walaupun terseok – seok karena harus mencari pembiayaan sendiri, mencari peluang hidup sendiri. Ada beberapa kabupaten kota yang sudah ada perhatian kepada panti-panti, tetapi untuk provinsi sangat kecil,” ungkapnya.
Lebih lanjut, untuk meningkatkan kekompakan, pihaknya juga akan menyelenggarakan beberapa kegiatan seperi Jambore, Muswil Jateng, dan juga Munas yang akan digelar dalam waktu dekat.
Sementara salah seorang pengurus panti asuhan, Suhartuti mengungkapkan, salah satu kegiatan yang akan di gelar LKSA yakni Muswil. Hal itu bertujuan untuk memperkuat kelembagaan sehingga dengan forum yang ada bisa membantu panti – panti di masing-masing kabupaten.
“Untuk muswil Jateng akan diadakan di tahun 2019, kita jauh persiapkan karena butuh komunikasi dan pendanaan karena di Jateng forum belum keseluruhan kabupaten kota terkondisi dengan baik,” ungkapnya.
Lebih lanjut Suhartuti yang juga menjabat sebagai Ketua Muswil LKSA 2019 itu mengatakan, salah satu hal yang mendesak untuk dibahas yakni terkait pendidikan anak-anak panti, dimana selama ini program pemerintah, yakni Program Indonesia Pintar (PIP) seringkali panti tidak terjamah dan tidak mendapatkan fasilitas bantuan dari program tersebut.