GROBOGAN, Mediajateng.net – Tidak saja menjadi pakan ternak, namun hasil olahan jagung juga bisa disulap menjadi santapan yang sedap dan menyehatkan.

Sebut saja nasi goreng jagung. Tidak saja berbentuk butiran kecil layaknya jagung yang di olah leluhur, namun nasi jagung yang disajikan sudah berupa butiran beras.

Heru Pradjati, Kabid Konsumsi Penganekaragaman Pangan Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Grobogan, Sabtu (15/10/2016) mengungkapkan, sebagai penghasil jagung terbesar di Jawa Tengah, warga Grobogan, tidak saja menikmati hasil olahan berupa jagung bakar atau jagung rebus. “Namun, hasil olahan jagung telah ‘disulap’ menjadi hasil olahan berupa tepung jagung,” kata dia.

Dia juga mengungkapkan bahwa kreativitas olahan pangan tersebut hasil dari kerjasama dengan para ilmuwan. “Dengan menggandeng Fakultas Tekonologi Pertanian Universitas Semarang (USM), dari hasil tepung jagung, dibuat berbagai varian makanan baik untuk memenuhi kebutuhan pokok seperti beras ataupun sekedar untuk makanan kecil berupa roti,” ungkapnya.

Tidak saja lebih mengenyangkan, namun nasi jagung yang dikenal memiliki kandungan rendah karbohidrat bisa mengurangi potensi orang yang mengkonsumsi terkena potensi sakit gula darah. Selain itu, sistem penyerapan energi yang lebih lama membuat makan nasi hasil olahan jagung bisa lebih bertahan lama kenyang. “Nasi hasil olahan jagung banyak dimanfaatkan warga luar Jawa karena mereka merasa kenyang lebih lama. Dengan nilai positif yang diberikan, tentu ada konsekuensi beras jagung dijual lebih mahal dibanding beras biasa yakni berkisar Rp 25 ribu perkilo atau setara dengan beras organik,” tambahnya. (MJ-070)

Comments are closed.