DEMAK, Mediajateng.net – Partai Golkar Demak, Jateng, optimis PNS, pemilih pemula dan wiraswasta akan memilih partainya pada Pemilihan Legislatif tahun 2019.

Langkah pertama yang dilakukan oleh Partai Golkar Demak adalah menggencarkan pendidikan politik untuk kader, baik di tingkat kabupaten, kecamatan sampai ranting.

“Kami akan segera membuka penjaringan ke masyarakat untuk Pileg 2019,” ungkap Nur Wahid, Ketua DPD Partai Golkar Demak, di sela-sela verifikasi faktual partai politik oleh KPU Demak, di Kantor DPD Partai Golkar Demak, Jalan Sultan Fatah Demak, Rabu (31/1).

Wahid juga menyatakan bahwa pergerakan politik yang dilakukan oleh Golkar memang sudah diperhitungkan dengan matang.

“Kami sudah mulai gerak sejak awal, mulai dari konsolidasi partai, Muscam hingga persiapan caleg,” tuturnya.

Menurutnya, calon legislatif Partai Golkar memang memenuhi syarat baik secara internal maupun eksternal karena nantinya melalui proses seleksi ketat.

“Kami sudah memperhitungkan caleg berasal dari lintas sektoral dengan visi jelas, yakni kalangan pengusaha, tokoh masyarakat, akademisi dan juga kalangan pesantren. Kawan kawan media mau daftar caleg Golkar, monggo saja,” ujarnya.

Sementara itu, terkait optimisme terhadap animo pemilih dari kalangan PNS, wiraswasta maupun pemilih pemula yang notabene didominasi para pelajar yakni berdasarkan riset para pemilih tersebut memiliki keyakinan terhadap visi misi Partai Golkar.

“Pemilih yang cerdas akan memilih wakil rakyat yang cerdas dan jelas visi misinya,” ucap mantan aktivis pemuda ini.

Adapun target pemenangan bukan jumlah perolehan kursi, tetapi dinamisme politik di Demak yang menjadi tujuan utama partai berlambang pohon beringin tersebut.

Sebagai modal dasar pemetaan suara, pada Pileg 2014 lalu, Partai Golkar Demak, memperoleh 95.849 suara, di mana suara partai 12.565 suara dan
Suara caleg 83.284 suara.

“Badan Pemenangan Pemilu sudah kita bentuk dan segera bekerja keras untuk kemenangan partai,” katanya.

Wahid yang juga anggota DPRD Demak itu, menegaskan, bahwa Partai Golkar di bawah komandonya tak ada mahar politik sama sekali dalam proses Pileg 2019.

“Kami mencoba untuk politik gotong royong, pikiran dan tenaga sebagai modal untuk pengabdian di masyarakat,” tutupnya.