SEMARANG, Mediajateng.net,  – Pemkot Semarang sedang menyiapkan sejumlah sub-sektor kreatif unggulan sebagai langkah menuju pemilihan kota kreatif yang dilombakan kepada pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia oleh Badan Ekonomi Kreatif (Berkraf).

Seperti diketahui, Kota Semarang menjadi salah satu dari 10 kabupaten/kota kreatif se-Indonesia oleh Bekraf akhir Mei lalu. Sembilan kabupaten/kota lainnya, yaitu Palembang (Kuliner), Majalengka (Kesenian), Malang (Aplikasi dan Game), Solo (Pertunjukan Seni), Kutai (Pertunjukan Seni), Rembang (Kriya), Balikpapan (Aplikasi dan Game), Gianyar (Pertunjukan Seni), dan Denpasar (Fashion).

Nantinya 10 besar kabupaten/kota yang masuk nominasi, akan dipresentasikan pada 18 Juni mendatang, untuk kemudian akan disaring menjadi 4 nominasi.

Menurut Wakil Walikota Semarang, Hevearita Gunaryanti Rahayu, Kota Semarang langsung menyiapkan diri untuk meningkatkan sub-sektor kreatif unggulannya, yakni mengkolaborasikan fashion dengan potensi unggulan kawasan heritage (warisan sejarah) Kota Lama Semarang.

“Saat ini semua stakeholder baik pemerintah, komunitas, media dan lainnya bersatupadu membuat paparan hasil kreatifitas fashion dan heritage. Kenapa fashion dan heritage? kalau cuma fashion saja ini akan banyak saingan, kota lain juga banyak fashion, maka dibuat kesepakatan mengkolaborasikan fashion dengan heritage,” ujarnya dalam focus group discussion (FGD) yang diselenggarakan Pemerintah Kota Semarang bersama sejumlah stakeholder yang terkait dengan sub-sektor kreatif tersebut, Rabu (12/6).

Mba Ita sapaan akrabnya menjelaskan, contoh kolaborasi fashion dan heritage ini nanti seperti tampilan kebaya tradisional karya desainer Anne Avantie dimodifikasi menjadi gaun pesta/gaun malam yang dipertunjukkan dalam sebuah fashion show di Kawasan Kota Lama.

“Kota Lama sekarang ini sudah banyak kegiatan, apalagi sekarang ada (gedung) Semarang Kreatif Digital, Galeri UKM, Galeri Industri Kreatif, semua ada di Kota Lama. Sehingga ini jadi pusat sentral yang dikembangkan ke wilayah lain, mulai dari fashion, bisnis, dan pelakunya. Saya harap dengan adanya selling poin dari fashion dan heritage ini kita bisa masuk 4 besar,” katanya. (ot/mj)