Semarang – mediajateng.net

Berkembangnya dunia e- commerce dalam industri kreatif saat ini, masih menciptakan ‘gap’ dengan para pelaku UMKM yang ada khususnya di wilayah Jawa Tengah. Demikian pernyataan Naneth Ekopriyono sebagai praktisi media sosial dalam Seminar Nasional yang mengangkat tema Peran E-commerce dalam Pertumbuhan Industri Kreatif di Indonesia, yang diselenggarakan oleh Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang, Rabu ( 17/4 ).

“Masih banyak para pelaku usaha kecil menengah yang mencoba trial dan error dalam menempatkan produk mereka di sebuah situs market place. Kendalanya tak lain adalah sumber daya manusia sektor UMKM yang selama ini fokus kepada produksi dan gagap teknologi.” tambah Naneth

Dalam seminar nasional yang diadakan dalam rangka Lustrum ke 6 sekaligus Dies Natalis ke – 30 tahun Universitas Semarang, diluar urusan permodalan, dunia usaha kecil menengah selama ini dirasa belum memiliki komitmen secara penuh untuk bisa menangkap peluang menjamurnya e- commerce.

Baik dalam ketersediaan produksi serta komitmen untuk melayani permintaan secara cepat. Banyak pelaku UMKM yang lebih banyak curhat diluar urusan bisnisnya.

Menanggapi ‘gap’ tersebut, Community Management Bukalapak.com, Mujib Burrokhman mengatakan selalu berusaha menjembatani persoalan tersebut dengan cara turun ke setiap daerah – daerah, untuk bertemu langsung dengan mereka pelapak. Dengan membentuk komunitas pelapak, hubungan antara keduanya menjadi kian dekat.

Tahun ini, Bukalapak.com berhasil merangkul animo pembeli mencapai 12 juta seller dari 1,4 juta pelapak yang ada di seluruh Indonesia. Perguruan tinggi mempunyai peran penting untuk memacu kemajuan teknologi informasi agar transaksi jual beli tidak lagi dilakukan konvensional akan tetapi lebih cepat dan praktis melalui teknologi e-commerce itu sendiri. (MJ-202)