SEMARANG, Mediajateng.net – Rencana pembangunan monorel di Kota Semarang dirasa belum mendesak. Selain mahalnya biaya, penyiapan sumber daya manusia juga memerlukan waktu yang cukup lama.
Bukan hal mustahil bahwa pembangunan Monorel di Kota Semarang diprediksi tidak akan rampung dalam waktu lima tahun. Pakar Transportasi Unika Soegijapranata, Djoko Setijowarno menuturkan, Monorel memerlukan biaya mahal, sedangkan daya angkutnya minim, sehingga lebih cocok hanya untuk daerah wisata.‬ “Tidak cocok digunakan sebagai transportasi massal,” katanya.
Selain itu, dia juga menegaskan bahwa untuk membangun 1 Km jalan rel at grade butuh biaya Rp 30 miliar, kereta ringan (LRT) butuh Rp 300 miliar, kereta massal (MRT) butuh Rp 1,3 triliun, dan monorel butuh Rp 220 miliar. “Itu di luar biaya balai yasa dan pembelian sarana,” ungkapnya.
Dirinya mencontohkan untuk satu kereta monorel harganya sekitar Rp 7 miliar. Dalam satu rangkaian monorel butuh empat kereta. Sehingga satu rangkaian butuh Rp 28 miliar. Belum lagi menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang harus disiapkan dalam waktu tiga tahun.‬ “Mangkang Penggaron rentang jaraknya 30 Km. Jadi total butuh Rp 6,6 triliun yg setara satu setengah APBD Kota Semarang. Padahal Pemerintah pusat belum fokus bangun LRT untuk Kota Semarang,” jelasnya.
Warga Semarang sendiri saat ini lebih membutuhkan transportasi yang akseptable hingga kawasan permukiman. Seperti BRT yang murah dan cepat. Selain itu, prasarana sudah tersedia sehingga lebih mudah dalam menambah fasilitas.‬ “Dana yang sekian banyak itu lebih baik untuk memperbaiki layanan BRT. Dan yang palingh penting, jangan menambah jumlah koridor tanpa pertimbangan matang, dan kualitas layanan kurang diperhatikan,” tukasnya.
Sementara itu, sebelumnya Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengaku sudah menyampaikan rencana pembangunan monorel kepada Presiden RI, Joko Widodo beberapa waktu lalu. “Warga butuh angkutan yang nyaman, murah dan terintegrasi, jadi pengembangan Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang dan monorel yang dipilih,” ucapnya. (MJ-48)

Comments are closed.