GROBOGAN, Mediajateng.net – Suasana Mapolres Grobogan pada Rabu (30/5/2018) malam kemarin tidak seperti biasanya. Pasalnya, malam itu, markas Polisi Resort Grobogan ini digeruduk oleh massa pemuda dari GP Ansor dan Banser.

Kedatangan mereka ditujukan untuk menuntut polisi agar tegas dalam memberantas segala bentuk perudian di Kabupaten Grobogan. Terutama di bulan Ramadhan ini.

“Kedatangan kami untuk siap mengawal dan bahkan melawan praktik perjudian jika masih nekat dibuka keberadaannya,” papar Ahmad Fatoni, Sekretaris GP Ansor dan Banser Kabupaten Grobogan.

Sempat terjadi ketegangan dan adu argumentasi antara massa dengan petugas di pintu penjagaan Mapolres Grobogan. Namun, lima orang perwakilan organisasi pemuda Nahdlatul Ulama ini akhirnya diterima Kasat Intelkam, Polres Grobgan, AKP Antonius Wiyono.

Di hadapan Kasat Intelkam, pihak Banser dan Ansor menyatakan komitmen menolak segala bentuk praktek perjudian. Hal tersebut didasarkan pada beberapa temuan di lapangan terkait adanya praktik perjudian.

“Karena itu, kami mendesak pihak kepolisian untuk memberantas tuntas praktik perjudian. Aksi ini juga sekaligus ditujukan untuk menghargai kinerja pihak berwajib dan tidak ingin gegabah turun ke lapangan. Kami siap mengawal bahkan akan melawan praktik perjudian jika masih nekad buka di bulan Ramadhan ini,” tutur Ahmad Fathoni.

Ditambahkan juga, beberapa praktik perjudian yang ditemukan di lapangan dilakukan secara terang-terangan. Bahkan, pada bulan Ramadhan sekalipu. Karena itu, pihaknya siap melakukan koordinasi dengan pihak kepolisian Baik di tingkat Polres hingga tingkat Polsek untuk memberikan informasi praktik judi yang mereka temukan di lapangan.

“Tidak hanya itu saja, kami juga tidak akan segan bertindak lebih tegas jika para pelaku perjudian ini tidak mengindahkan peringatan dari kami,” tuturnya. (ag-mj)