Grobogan, Mediajateng.net – Bulan Agustus 2018 ini merupakan bulan bersejarah untuk SMAN 1 Purwodadi. Pasalnya, sekolah menengah atas favorit di Kota Purwodadi ini mendapatkan dua penghargaan bergengsi di bidang peduli lingkungan di tingkat Provinsi Jawa Tengah.

Penghargaan tersebut yakni sebagai sekolah adiwiyata kedua terbaik se Jawa Tengah dan harapan untuk lomba hemat energi dan air.

Kepala SMAN 1 Purwodadi, Aris Supriyadi mengatakan adanya dua penghargaan tersebut memotivasi para siswanya untuk lebih peduli pada lingkungan. Tidak hanya itu saja, dengan penghargaan ini, sekolah lain juga dapat termotivasi untuk bersaing menunjukan keunggulannya masing-masing.

’’Kami ingin sekolah-sekolah di Grobogan ini bersaing menunjukan keunggulan masing-masing. Dua penghargaan ini juga diharapkan membuat para siswa termotivasi untuk lebih peduli lagi dengan lingkungan,’’ kata Aris yang belum setahun memimpin sekolah yang berlokasi di Jalan R. Suprapto, Purwodadi ini.

Dikatakannya, penghargaan Sekolah Adiwiyata terbaik kedua itu diserahkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo pada 9 Agustus 2018 di Jepara.

Sementara, penghargaan Lomba Hemat Energi dan Air diberikan pada saat upacara HUT Jateng, 15 Agustus 2018 di Hotel Ibis Semarang.

Menurut Aris, keikutsertaan SMA 1 Purwodadi cukup mepet saat mengikuti penilaian sekolah adiwiyata. Saat itu, dirinya baru dua hari memimpin di sekolah ini. “Melihat ada informasi penilaian sekolah adiwiyata, saya langsung mendaftarkan SMA 1 Purwodadi,” papar Aris.

Bahkan, untuk proses penilaiannya, pihaknya juga tidak begiru mengetahuinya. Menurutnya saat itu berbarengan dengan penilaian kepala sekolah di tempatnya.

’’Yang dinilai ada empat komponen, yakni pengembangan kurikulum, kebijakan sekolah, partisipasi siswa, dan sarana prasarana,’’ katanya.

Usai penilaian, Aris sempat bertemu dengan tim penilai. Saat itu, Aris diberi sedikit bocoran pesaing kuatnya, yakni SMA 1 Sumpiuh Banyumas.

’’Katanya, pertisipasi siswa SMAN 1 Purwodadi ini kurang gereget. Ini menjadi masukan bagi kami untuk ditingkatkan,’’ ujarnya.

Di saat yang sama, pihaknya juga mendapat informasi lomba hemat energi dan air. Persiapan yang dilakukan juga tidak banyak. Sebelumnya, Aris tidak begitu mengharapkan banyak di lomba tersebut.

’’Kami masih banyak pembenahan untuk menjadi sekolah hemat energi dan air. Kami merencanakan menambah 10 solar cell untuk panel tenaga surya. Selain itu, kami juga sudah mengeset wakti pada jaringan listrik di sekolah, sehingga akan otomatis mati saat tidak digunakan,’’ tambahnya. (Ag-Mj)

2 KOMENTAR

Comments are closed.