TEGAL,Mediajateng.net- Menjelang Pilwakot Kota Tegal 2018 yang rencananya akan digelar pada juni 2018. Beberapa partai politik mulai melakukan penjaringan bakal calon walikota dan wawali.

Partai politik yang membuka pendaftaran secara resmi adalah PDIP dan Golkar. Sementara partai yang lain memilih menjaring bacalon dengan metode yang berbeda.

Menyikapi proses penjaringan yang sudah mulai dilakukan. Beberapa tokoh LSM Kota Tegal pun menyuarakan aspirasinya.

Agus Slamet dari LSM Humanis menghimbau partai politik untuk lebih hati hati dan teliti dalam memproses dokumen persyaratan pencalonan.

“Seyogyanya calon calon yang sudah mengembalikan form pendaftaran diinformasikan kepada masyarakat siapa saja yang sudah lengkap dokumen pencalonannya.istilahnya diverifikasi internal untuk kemudian dipublish,” bebernya.

Senada dengan Agus Slamet, Udin pun berkomentar sama.” Partai punya kewajiban moral untuk mengusung calon terbaik yang tidak bermasalah pada dokumen pencalonannya. Jangan sampai kejadian 2013 terulang dimana calon yang menang ternyata dokumen persyaratannya bermasalah hingga ditangani oleh Bareskrim Mabes Polri,” jelas Udin yang aktivis LSM AMUK ini.

“Intinya kami sebagai masyarakat hanya ingin pilwakot tegal 2018 nanti paslon paslon yang berlaga bebas dari masalah masalah administrasi,” pungkasnya.

Seperti diketahui.PDIP dan Partai GOLKAR sudah membuka pendaftaran Calon Walikota dan Wakil Walikota Tegal 2018. Sebanyak 6 orang mendaftar di PDIP sedangkan 13 orang mendaftar melalui Partai Golkar. (MJ.101)