Semarang – mediajateng.net

Jarak perbedaan antara bank umum konvensional dan bank pengkreditan rakyat, sudah sangat jauh. Bukan hanya dalam hal skala konsumen yang diraih, akan tetapi dalam pelaporan keuangan pun, bank pengkreditan rakyat saat ini, masih sangatlah lamban, terkendala dalam hal sistem informasi teknologi maupun sumber daya manusianya.

“Kami akan mempersempit jarak perbedaan keduanya dengan memberlakukan sistem pelaporan keuangan sektor perbankan yang semula dilakukan manual menjadi sistem elektronik.” demikian penjelasan Agung Suprananto, selaku Direktur bidang Divisi Penjaminan, Lembaga Penjaminan Simpanan ( LPS ), hari ini, Rabu (22/3), di kawasan Gajahmada Semarang.

LPS akan terus melakukan sosialisasi di tingkat daerah untuk mengejar pelaksanaan aplikasi pelaporan keuangan berbasis elektronik, segera dalam waktu dekat. Uji coba pelaksanaan aplikasi ini akan diberlakukan terlebih dahulu di sektor bank umum.

Dalam sosialisasi Program Penjaminan dan Tingkat Kepatuhan Bank Peserta Penjaminan tersebut, LPS juga melihat ternyata tingkat pemahaman terkait penjaminan di setiap perbankan baik skala umum konvensional dan pengkreditan, masih rendah.

“Karena bank pengkreditan rakyat, jelas memiliki lingkup bisnis yang berbeda, tingkat bunga pinjaman dan nasabah yang jelas berbeda pula.”tambahnya (MJ-202)