Tim Basarnas saat melakukan evakuasi korban tewas dalam bencana tanah longsor di Bumirejo, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Foto : Dokumen Basarnas
SEMARANG, Mediajateng.net – Bencana tanah longsor di Kota Semarang, sebabkan satu orang meninggal dunia. Tidak saja tertimpa bangunan, korban bahkan sempat hanyut di sungai tidak jauh dari rumahnya.

Insiden bencana tanah longsor menimpa warga yang tinggal di Bumirejo, Kelurahan Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang.

Kepala Basarnas Jateng Aris Sofingi, Selasa (12/2) menjelaskan, sebelum terjadi insiden longsor, Senin (11/02) di wilayah Kecamatan Banyumanik di guyur hujan deras. Hujan yang turun sekitar satu jam, mengakibatkan aliran sungai Pudakpayung meluap.

Tidak saja melimpas, namun luapan air juga menggerus tanah di bantaran Sungai sehingga mengakibatkan satu orang tertimbun tanah longsor.

“Sekitar pukul 14.30 WIB terjadi bencana tanah Longsor yang menimpa rumah salon TIN. Saat kejadian, didalam salon ada penghuninya,” kata Aris.

“Di duga korban tertimbun tanah longsor kemudian terbawa arus Sungai Pudakpayung,” tambah Aris.

Korban tewas, diketahui bernama Sri murtini (45) warga perumahan P4A RT 06/ 07 Blok D, Pudakpayung, Kecamatan Banyumanik. Basarnas Jateng dan tim SAR gabungan diantaranya BPBD, Pemadam , Polsek, Koramil, PMI, SARDA, Buser, Ubaloka berupaya mencari keberadaan korban.

“Pencarian di mulai dari TKP ke arah Utara bantaran sungai mencapai kurang lebih 3 kilometer dengan hasil nihil,” kata komandan Rescuer Jefri.

Kemudian, pencarian dialihkan ke titik longsoran. Dimana, pencarian dilakukan dengan cara menyemprot menggunakan Alcon atau alat semprot.

“Kondisi bangunan masih labil dan area lokasi gerap menjadi kendala tim SAR gabungan, dan semoga korban cepat ditemukan ,” tambah Jefri.505/mj