SEMARANG, Mediajateng.net – PT Kereta Api Daerah Operasi 4 Semarang membutuhkan waktu perbaikan selama 48 jam untuk mengatasi dampak longsoran yang terjadi di jalur rel KM 61 + 7/8 antara Gundih – Karangsono, sejak kejadian longsor yang terjadi sejak Sabtu ( 17/2 ) lalu.

Seperti dikatakan oleh Executive Vice President PT KAI Daop 4 Semarang, Wiwik Widayanti, sampai saat ini jalur tersebut belum dapat dilalui.

“Jalur kereta yang menghubungkan antara kota Semarang menuju kota Solo, tetap dapat dilalui. Akan tetapi kami menerapkan pola operasi alternative memutar yang sebelumnya melintas dari Semarang – Brumbung – Kedungjati – Gundih – Solo Balapan, berubah menjadi melalui jalur Gambringan,” kata Wiwik, saat dikonfirmasi di kantornya Minggu (18/2).

Untuk itu, PT Kereta Api Daerah Operasi 4 Semarang memberlakukan perubahan pola operasi jalan pada enam jalur kereta api mulai dari KA Majapahit, KA Brantas, dua kereta KA Matarmaja, begitu pula untuk dua kereta KA Kalijaga.

“Dengan penerapan pola operasi tersebut, dipastikan menyebabkan perjalanan kereta api yang melintas di wilayah tersebut akan mengalami keterlambatan rata – rata diantara 1,5 – 2 jam. Kami berharap penumpang memahami atas ketidaknyamanan dan keterlambatan disebabkan faktor alam ini.” tutup pihaknya

Sejak terjadi longsoran di jalur Gundih – Karangsono tersebut, PT KAI Daop 4 Semarang memperkirakan pekerjaan perbaikan jalur rel sudah bisa diselesaikan pada malam nanti.