DEMAK, Mediajateng.bet – Terhitung Maret 2018 Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Dharma, akan melakukan kenaikan tarif air pada tahun 2018 ini.

Rata – rata kenaikannya sebesar 40 persen, untuk semua kelompok pelanggan, baik rumah tangga, instansi pemerintah maupun industri.

Direktur PDAM Tirta Dharma, Qomarul Huda, menjelaskan bahwa kenaikan tersebut seiring kenaikan bahan baku dan tarif dasar listrik (TDL).

“Jadi kami naikan tarif air untuk membiayai operasional, pemeliharaan dan pengembangan PDAM. Dari tahun ke tahun kenaikannya 40 persen,” kata Huda, dalam siaran persnya, Minggu (4/2)

Kenaikkan tarif tersebut sudah melalui kajian dari beberapa komponen, sehingga kenaikan tarif sudah bisa dilaksanakan mengingat sudah lamanya PDAM Tirta Dharma tidak menaikkan tarif.

“Tarif itu masih terjangkau untuk pelanggan rumah tangga. Bagi masyarakat berpenghasilan rendah, kenaikannya tidak lebih 4 persen dari UMK provinsi. Ini semata mata untuk memenuhi rasa keadilan,” ujarnya.

Untuk pemakaian air 0 – 10 meter kubik, kelompok rumah tangga 1 , tarif lama Rp 1400 naik menjadi Rp. 1960, instansi pemerintah dari Rp. 4500 naik menjadi Rp. 6300, sedangkan industri , tarif lama Rp. 5000 dan tarif baru Rp. 7000.

“Pelanggan rumah tangga di Demak, rata – rata penggunaan airnya 14 meter kubik setiap bulannya,” jelasnya.

Menurut Huda, sebagai badan usaha yang mempunyai misi memberikan pelayanan air minum kepada masyarakat, PDAM Tirta Dharma harus dikelola dengan bijak, menerapkan prinsip – prinsip ekonomi perusahaan dengan tetap memperhatikan fungsi sosial.

“Kita tidak bisa profit murni karena BUMD. Target PAD 55 persen dari laba setelah pajak. Tahun 2017 , laba bersih 1,6 milyar,” ucapnya.

Saat ini, PDAM Tirta Dharma melayani 47.000 pelanggan yang tersebar di delapan kecamatan, yakni Kecamatan Bonang, Wedung, Mijen, Karanganyar, Wonosalan, Mranggen Karangawen dan Demak Kota.

“Jumlah pelanggan rata – rata naik 3.000 pelanggan per tahun. Cakupan kita baru 23 persen dari total penduduk.
Dari 249 desa, baru 70 desa yang terlayani adanya sambungan PDAM,”ucapnya.

Para pelanggan menilai kenaikan tarif air tidak memberatkan bagi mereka, karena PDAM memang harus menyesuaikan diri dengan naiknya tarif dasar listrik maupun bahan baku dan ongkos produksi lainnya.

Salah satunya, Wibowo, yang menyatakan bahwa kenaikan tarif air PDAM tidak menjadi masalah bagi dirinya dan warga lainnya. Asalkan perusahaan ‘plat merah’ itu bisa meningkatkan kualitas, kuantitas dan kontinuitas pelayanan mereka ke semua pelanggan,l.

” Naik tidak masalah, tapi pelayanan kepada pelanggan harus lebih baik lagi. Kualitas airnya lebih bagus, bersih dan layak dikonsumsi oleh pelanggan,” katanya.