SEMARANG, Mediajateng.net – Mencegah faham radikalisme tumbuh subur di masyarakat telah menjadi tugas bersama. Pemerintah sudah saatnya mendapat dukungan semua pihak, termasuk masyarakat yang justru mempunyai banyak peran, agar faham tersebut tidak mengancam keutuhan NKRI.

Melihat hal tersebut, DPP Lindu Aji yang telah lama menjadi bagian dari masyarakat berkomitmen melawan radikalisme. Dalam pernyataan resminya, Ketua Dewan Pembina DPP Lindu Aji, DR. Widhi Handoko, SH., SpN mengatakan, pihaknya telah berkomitmen untuk menjaga keutuhan NKRI dan kekokohan Pancasila, serta UUD 45.
“Kami menyatakan sikap, menolak dengan keras radikalisme. Kami telah rapatkan barisan melawan faham tersebut,” katanya dengan tegas sebagai pernyataan sikap di acara buka puasa bersama pengurus DPP Lindu Aji di Semarang, kemarin didampingi Ketua Umum Lindu Aji, Ikhwan Ubaidillah.
Widhi yang juga seorang notaris PPAT ini menambahkan, selain melawan radikalisme, DPP Lindu Aji juga berupaya melawan dan menangkal maraknya berita-berita hoax. Menurutnya, kecanggihan tekhnologi seperti yang terjadi sekarang ini memudahkan setiap orang mengakses informasi dari manapun. Oleh karena itu perlu upaya dan edukasi untuk menyikapi hal tersebut.
“Hoax atau berita yang ‘tidak jelas’ itu sangat berpotensi memecah belah kesatuan. Apalagi di tahun politik seperti sekarang ini, berita-berita hoax kerap dimainkan untuk kepentingan pribadi atau golongan tertentu,” tambahnya.
Sebagai langkah melawan dua hal tersebut, kata Widhi, Lindu Aji dari tingkat DPP hingga ranting akan bekerjasama dengan pemerintah. Di antaranya menggandeng dan menjalin komunikasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Kepolisian, dan Aparat Penegak Hukum (APH) lain.
“Melawan radikalisme dan hoax memang harus bersama-sama. Tidak bisa dipasrahkan penegak hukum dan pemerintah saja. Semua harus bergerak bersama,” kata Widhi yang juga seorang dosen ini.