PURWODADI, Mediajateng.net – Dinas Pengelolaan Sumberdaya Alam Provinsi Jawa Tengah mencatat, terdapat lima titik jebolan yang menyebabkan dua kecamatan yakni Kecamatan Tegowanu dan Gubug tergenang selama tiga hari, Minggu-Rabu pekan kemarin.

Ir Indah Sulistiyowati, Kepala PSDA Jragung-Tuntang, dihubungi melalui telepon mengungkapkan, lima titik jebolan yakni dua di desa Ngroto, satu titik masing-masing di Desa Kemiri dan Papanrejo. “Jebolan akibat derasnya arus Sungai Tuntang, saat ini telah dilakukan langkah antisipasi dengan melakukan penambalan baik secara manual maupun mengerahkan alat berat,” ungkapnya, saat dihubungi melalui telepon, Sabtu (15/10/2016).

Pengerjaan secara gotongroyong, tambah dia, dilakukan di dua titik yakni di Desa Ngroto. Dimana, kerjabakti dilakukan lantaran di sisi sisi dalam tanggul langsung sungai sehingga tidak bisa dikeruk menggunakan alat berat. Di sisi luar tanggul, merupakan lahan milik warga sehingga tidak bisa dilakukan pengerukan. “Pengerjaan manual maupun menggunakan alat berat langsung dilengkapi dengan dinding penguat berupa terucuk bambu. Tanggul sementara untuk mengurangi potensi banjir susulan. Jika sudah ditambal sementara, diharapkan air tidak kembali menggenangi permukiman warga,” tambahnya.

Setelah penutupan sementara, ke depan untuk pelaksanaan perkuatan kontruksi secara permanen, tambah Indah, akan dilakukan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS). “Banjir sempat mengirim lumpur dan menutup sejumlah saluran irigasi. Namun, saat ini telah dibersihkan dan persiapan untuk musim tanam satu area persawahan,” tambahnya

2 KOMENTAR

Comments are closed.