Lima Hal Yang Harus Dilakukan Untuk Tingkatkan Pengguna BRT

Semarang,Mediajteng.net-Pelayanan bus rapit transit (BRT) di Kota Semarang, mendapat perhatian serius Djoko Setijowarno, Pakar Transportasi Unika Soegijapranata.

Dalam rilisnya kepada Mediajateng.net, Selasa (10/1/2017), Djoko menilai, lima hal yang perlu menjadi perhatian dalam optimalisasi pelayanan bus sumbangan pemerintah pusat kepada Pemkot Semarang tersebut.

Lima hal tersebut yakni, pertama BRT perlu menambah koridor layanan dan jumlah armada bus operasi. Di mana, penambahan koridor diharapkan lebih menjangkau lebih banyak lagi kawasan di Semarang.

“Kedua, pemanfaatan ITS, tiket elektronik, bus priority, jadwal, posisi bus juga diperlukan,” ungkapnya.

Ketiga, pemkot dinilai perlu menambah jam layanan operasi dari yang sekarang berlaku. “Pelayanan seharusnya tidak saja pada siang hari seperti saat ini. Tapi, dimulai dari pukul 05.00 hingga pukul 22.00,” ungkapnya.

Alasan jam kerja yang mendekati pergantian hari, imbuh Djoko, diperlukan mengingat Kota Semarang sebagai Kota Metropolitan pergerakan ekonomi tidak saja sampai sore hari.

“Kota Semarang sudah hidup 24 jam. Maka jika perlu pelayanan BRT bisa dilakukan 24 jam seperti Solo,” tambahnya.

Selain itu, faktor keempat yang perlu menjadi perhatian yakni luasan jangkauan operasi melayani hingga mendekati kawasan perumahan dan pemukiman. “Halte BRT jika perlu masuk ke taman-taman di permukiman. Namun, hal ini terkendala karena pembangunan kawasan permukiman kurang memperhatikan keperluan akses angkutan umum setingkat BRT. Jalan tidak dibangun dengan luasan sesuai kebutuhan lalulintas BRT,” kritiknya.

Namun, optimalisasi pelayanan tentu akan memunculkan konsekuensi di mana penambahan pendapatan sopir BRT dan awak bus perlu diperhatikan “Faktor kelima yang menjadi konsekuensi tentu penggajian awak bus lebih tinggi dari sopir biasa. Untuk bisa melakukan diperlukan manajemen yang profesional,” tambahnya.(MJ-070)

Comments are closed.