SEMARANG, Mediajateng.net – Tantangan umat Islam kedepan sangat berat mulai dari penyalahgunaan narkoba, porno aksi, pornografi sampai dengan gerakan radikal yang tentunya dapat merusak akhlaq bagi generasi muda Islam. Sehingga dengan adanya pembekalan agama yang dilakukan sejak dini, tentunya dapat meminimalisir gempuran dari berbagai arah.
“Di era saat ini tentunya benteng yang paling kuat adalah dengan membentengi anak dan keluarga dengan agama,” ungkap Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Jawa Tengah Singgih Tri Sulistiyono, kemarin dalam acara Pembukaan Pengajian Tafsir Al Quran di Masjid Al Wali, kemarin.
Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan wisuda Al Quran yang berjumlah 38 siswa, serta tausiah oleh yang disampaikan oleh Syeh Kholil Bustomi. Hadir dalam acara tersebut Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji, Ketua Yayasan Masjid Al Wali Sunardi Joko Santoso. Sebelum acara tersebut diawali dengan pembacaan Alquran oleh Rifaldo Arya (11) yang membacakan surat Al Baqoroh ayat 1 sampai 30.
Lebih lanjut, Singgih menambahkan agar umat Islam saling bersinegi karena tantangan yang semakin berat serta melaksanakan kewajiban kembali kepada Al Quran dan Hadis yang diaktualisasikan dalam kehidupan sehari-hari. “Dengan seperti itu maka Allah SWT akan membantu umatnya karena hal itu sudah sesuai dengan firmannya,” lanjutnya.
Wisuda ini, katanya, merupakan awal dan jumlah anak yang diwisuda dan ini merupakan bagian dari berbagai wilayah seperti wilayah Semarang Timur, Barat dan selatan. “Saat ini untuk masing-masing wilayah tersebut terdapat 200 anak maka jumlahnya 600 siswa yang nantinya akan hafid Al Qur’an,” katanya.
Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Provinsi Jawa Tengah, KH Ahmad Daroji, mengatakan menyambut kegiatan ini sehingga kedepannya ada generasi penerus yang mampu menjadi hafidz Al Qur’an. “Kalau dulu seusia Rifaldo Arya masih mencari jangkrik untuk mainan, tetapi saat ini anak seusianya sudah hafal Al Qur’an,” katanya. (MJ-047)

Comments are closed.