DEMAK, Mediajateng.net – Tanpa melawan, tujuh anak jalanan di Kabupaten Demak diangkut Satpol PP. Bahkan beberapa di antaranya justru berpose ‘imut’ saat difoto oleh wartawan layaknya artis.

Lilik Handoyo, Kabid Ketentraman dan Ketertiban Umum, Satpol PP Demak mengatakan tujuh anak jalanan tersebut kerap nongkrong di wilayah Trengguli, Kecamatan Wonosalam. Mereka berpenampilan mirip anak punk itu, diduga sering meresahkan warga.

Selain bertingkah seenaknya sendiri dan membuat warga takut, mereka juga menodong warga saat kehabisan uang.

“Kita dapat laporan dari salah seorang pemilik minimarket, mereka sering tidur di teras toko, memakai kamar mandi seenaknya dan mengganggu para pembeli. Pemilik toko ini takut dan gak berani menegur,” kata Lilik.

Pada saat diamankan, para anak jalanan yang bergaya ala Punk itu tidak melawan sedikitpun. Mereka hanya diam saja saat dibawa ke Kantor Satpol PP Demak.

Rata – rata mereka berusia antara 16 – 18 tahun dan tidak meneruskan sekolah atau drop out (putus sekolah).

“Mereka itu maunya kebebasan. Tidak mau diatur. Biaya hidupnya dari hasil mengamen. Jika terpaksa, kadang – kadang ada yang memalak orang yang ditemuinya,” ujarnya.

Setelah dilakukan pendataan dan pembinaan, para anak jalanan tersebut selanjutnya di kirim Panti Soosial Mandiri, Semarang, panti rehabilitasi anak jalanan milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

“Kebanyakan dari luar Demak. Ada yang dari Jatim, Pemalang dan Purwodadi. Bahkan yang berasal dari Pemalang, anak tunggal dan keluarganya secara ekonomi juga orang berada, ” tutupnya.