SEMARANG, Mediajateng.net, – Perwakilan Pengurus Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) mengapresiasi Satpol PP Kota Semarang yang telah melakukan pembongkaran tempat karaoke liar di dekat kawasan tersebut.

Keberadaan puluhan bangunan karaoke liar itu dianggap tidak tepat. Selain terletak bersebelahan dengan tempat ibadah, lokasinya pun berdampingan dengan relokasi Pasar Johar.

Perwakilan pengurus MAJT, Iwan Cahyono mengatakan, seluruh lokasi karaoke di wilayah dekat MAJT sudah menjadi perhatian ormas-ormas di Jawa Tengah. Pihaknya akan mengawal penuh dan mengawasi penegakan Perda dari Satpol PP terkait pembongkaran tempat karaoke.

”Ini supaya tidak ada lagi ada kegiatan maksiat di dekat lingkungan sekitar masjid, secara keseluruhan. Keberadaan lokasi karaoke di dekat MAJT ini, bahkan telah menjadi perhatian ormas-ormas di Jawa Tengah,” ungkap dia, Rabu (11/6).

Pembongkaran bangunan karaoke dilakukan di dua tempat, yakni sebelah timur relokasi Pasar Johar di Jalan Soekarno Hatta sebanyak 20 bangunan semi permanen. Adapun di sebelah utara pasar, baru bagian atap saja yang dibongkar. Itu karena bangunan bersifat permanen, dan barang-barang yang ada di dalamnya belum dipindah. Jumlahnya pun kurang lebih sama, sehingga total ada sekitar 40 bangunan karaoke.

Selain Muspincam Gayamsari, petugas Satpol PP dan Distaru Kota Semarang, kegiatan pembongkaran bangunan karaoke juga dihadiri sejumlah ormas kepemudaan.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, mengatakan, keberadaan bangunan karaoke itu telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Semarang Nomor 5 Tahun 2017 Tentang Ketertiban Umum. Pasalnya, bangunan dan usaha karaoke itu dibuka tanpa izin. Selain itu, mereka juga menempati lahan yang bukan miliknya.

”Kami hanya bertugas membongkar karena tempat karaoke ini tidak berizin. Mereka juga mengganggu kenyamanan beribadah dari jamaah MAJT. Padahal sudah pernah diperingatkan, agar memperhatikan jam tayang atau buka. Namun ternyata tidak diindahkan,” tambah dia.

Rencananya, lokasi tersebut akan dipagar dan akan ada pengamanan dari petugas Satpol PP. Kalau dikatakan ada sengketa lahan di tempat tersebut diantara pemilik karaole, ujar Fajar, Satpol PP tidak mengurusi permasalahan tersebut.

”Kami minta agar permasalahan ini tidak menjadi polemik dan jangan dipolitisir. Pemilik karaoke telah melanggar Perda, maka bangunannya dibongkar,” terang dia. (ot/mj)