SEMARANG, Mediajateng.net – Sementara itu Rektor Universitas Negri Semarang Drs Faturohman, M.Hum., menyatakan akan mengevaluasi semua kegiatan mahasiswa yang bersifat outdour atau lapangan, menindaklanjuti tewasnya Kurnia Dwi Mahasiswa Semester 1 Fak MIPA ya g ditemukan tewas di bantaran sungai Mayangsari, Kalipancur, Ngaliyan setelah mengikuti latihan Pra Diksar Mapala di Jurusan Matematika pada Hari Minggu (9/10).

Hal itu disampaikan Fathurrohman saat melihat secara langsung Jenazah Kurnia Dwi di Kamar Mayat rumah sakit dr Kariyadi Senin (10/10) malam. Secara pribadi dan institusi Fathurohman menyatan belansungkawa yang mendalam kepada pihak keluarga korban. “Sudah saya pastikan jenazah tersebut adalah mahasiswa kami, malam ini juga saya perintahkan kepada jajaran untuk mengawal sampai Blora. Atas kejadian ini saya sudah menyampaikan kepada semua Dekan untuk sementara tidak ada dulu kegiatan di luar kampus,” tegasnya.

Disinggung tentang akan diperiksanya pihak penyelenggara kegiatan pradiksar ini oleh pihak Kepolisian, dirinya akan terbuka dan mempersilahkan aparat untuk melakukanya. “Saya terbuka jika dari kepolisian akan melakukan pemeriksaan terhadap penyelenggara kegiatan, biar masyarakat juga tahu,” imbuhnya.

Ketika dikonfirmasi bahwa kegiatan tersebut belun ada pemberitahuan secara lisan maupun tertulis, Fathurohman menampiknya. “Saya kira itu kan kegiatan internal dari jurusan, sudah ada ijin dari pembimbingnya dan surat dari orang tua. Tapi kalau pemberitahuan untuk Basarnas memang belum ada, mungkin panitia kurang tahu,” katanya.

Lebih lanjut Fathurohman mengatakan bahwa peristiwa ini bisa dijadikan pembelajaran bagi Universitas Negeri Semarang untuk lebih selektif lagi dalam melakukan kegiatan dibkampus. (MJ-303)

2 KOMENTAR

Comments are closed.