SEMARANG, Mediajateng.net, – Tingginya tingkat kunjungan wisata di kawasan Kota Lama, menjadikan Pemkot Semarang mau tidak mau harus menerapkan kebijakan Car Free Zone. Menurut Walikota Semarang Hendrar Prihadi, pasca selesainya revitalisasi Kota Lama Semarang tahap I yang meliputi kawasan kota lama, banyak pengunjung yang datang ke area wisata tersebut.

”Komplain terbesar pasca revitalisasi ini adalah dari masyarakat yang datang ke sini untuk berwisata dengan kendaraan bermotor, ada yang mengeluh tidak dapat parkir, kalau dapat parkir tarif cukup memberatkan,” ungkapnya saat berada di kawasan Kota Lama, Rabu (17/9).

Maka dari itu kata Hendi, sapaan akrab Walikota Semarang, perlu untuk diberlakukan Car Free Zone agar para wisatawan dan masyarakat lebih nyaman mengunjungi kawasan Kota Lama.

“Maka dari itu tantangan besarnya itu untuk membangun kegiatan pariwisata yang berkelanjutan di kawasan Kota Lama ini, yaitu bagaimana pengunjung mudah mendapatkan parkir, dan wisatawan juga dapat berwisata nyaman dengan jalan kaki,” tambahnya.

Dalam menjawab tantangan itu, Hendi selaku Wali Kota Semarang pun menuturkan sedang berupaya menyiapkan lima kantong parkir untuk menunjang aktifitas pariwisata Kota Lama Little Netherland.

“Dalam rencana saya sudah ada 4, yaitu di depan Satlantas, depan Sendowo, bekas PTP, dan bekas Damri. Untuk 1 titik lagi masih dicari yang paling memungkinkan,” terang Hendi.

“Kalau saya lihat dari time line kerjanya, mungkin sekitar awal tahun 2020 sudah bisa diterapkan konsep Car Free Zone di sini,” tegasnya.

Secara detail Hendi menjelaskan nantinya sejumlah kantong parkir yang disiapkan untuk Kota Lama akan dikelola secara resmi oleh Pemerintah Kota Semarang. Dengan pengelolaan langsung oleh jajarannya di Pemerintah Kota Semarang dimaksudnya agar nantinya tarif parkir tidak dapat berlaku sesuai perda, dan tidak memberatkan wisatawan.

“Lalu bagaimana dengan sedulur – sedulur yang memarkiri sekarang ? Akan direkrut oleh Pemerintah Kota Semarang dan digaji untuk membantu dalam pengelolaan kantong – kantor parkir tersebut nantinya,” jawabnya.

Hendi menegaskan jika dalam berbagai kebijakan Pemerintah Kota Semarang, konsep Bergerak Bersama akan selalu dikedepankan, sehingga semuua element dapat memiliki peran dalam segala aktifitas di Kota Semarang. Tekhusus di Kota Lama, Hendi menyebut keterlibatan warga, pemilik gedung dan investor tersebut adalah roh dari Kota Lama untuk dapat hidup kembali.

”Kota Lama kita revitalisasi harus dengan rohnya juga. Rohnya apa? Ya aktivitas usaha ekonomi dan kegiatan sosial masyarakat yang ada di dalamnya” pungkasnya. (ot/mj)