KUDUS, Mediajateng.net – Tidak saja tingkat nasional, namun persiapan persaingan telah dilakukan sejumlah universitas di Jawa Tengah.

Dimana, sejak 2014, Universitas Muria Kudus (UMK) telah menjalin kerja sama internasional dengan berbagai institusi dan perguruan tinggi di berbagai negara, antara lain dengan institusi dan perguruan tinggi dari Malaysia, Thailand, Korea dan Prancis.

Di penghujung Maret lalu, kepada Mediajateng.net, UMK juga resmi melakukan kerja sama dengan perguruan tinggi luar negeri, yaitu dengan Waku Pro Hijiyama University, Jepang, yang ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU).

Penandatanganan MoU dilakukan di Politeknik Banjarnegara, Jawa Tengah oleh Rektor UMK Dr. Suparnyo SH. MS. dan Vice Rector Waku Pro Hijiyama University Jepang, Prof. Hayashi Takehiro D.Sc.

Selain dengan UMK, dijelaskan, Selasa (3/4/18), Waku Pro Hijiyama University Jepang juga melakukan kerja sama dengan Politeknik Banjarnegara, Unisma Malang, FIS Unnes, Universitas Yudarta Pasuruan, STIE Taman Siswa Banjarnegara, STIE Tunas Bangsa Banjarnegara, Unsiq Wonosobo dan Politeknik Harapan Bersama Tegal

Dr. Suparnyo, mengatakan, kerja sama dengan pihak perguruan tinggi asal Jepang ini, akan semakin mengukuhkan UMK dalam percaturan perguruan tinggi di tanah air dan juga internasional.

”Kerja sama ini secara khusus dalam hal penanganan bencana alam. Dan secara umum untuk meningkatkan kualitas perguruan tinggi melalui program penelitian bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa,” terangnya Suparnyo didampingi ketua Kantor Urusan Internasional (KUI) UMK, Mutohhar M.Pd.

Sebagai follow up dari kerja sama dengan Waku Pro Hijiyama University Jepang itu, Suparnyo menambahkan, UMK akan menjalin kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dan LSM yang memiliki perhatian terhadap kebencanaan di Kabupaten Kudus.

‘’Setelah ada kerja sama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus dan LSM yang memiliki perhatian terhadap kebencanaan, selanjutnya akan diagendakan pelatihan kepada masyarakat terkait kesiapsiagaan bencana, khususnya menyikapi berbagai bencana yang sering terjadi di Kabupaten Kudus, baik longsor di Rahtawu maupun banjir di beberapa titik di Kudus,’’ paparnya.

Sementara itu, Mutohhar, ketua KUI UMK, menyampaikan, bahwa KUI UMK merupakan salah satu pintu bagi setiap Program Studi (Progdi), Fakultas maupun Unit atau Lembaga lain di UMK untuk menjalin kerja sama dengan perguruan tinggi atau lembaga internasional.(Mj-505)