Semarang – mediajateng.net

Majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Semarang, Ari Widodo, didampingi dua hakim anggota Manungku Prasetyo dan Andi Risa Jaya memutuskan menunda sidang lanjutan gugatan PT Jaya Perkasa Investama Perkara sengketa jual beli unit kamar di Hotel dan Apartemen Oak Three Semarang dengan agenda keterangan saksi Penggugat. Penundaan sidang ini lantaran kehadiran saksi ditolak oleh enam kuasa hukum tergugat dengan alasan bukti dokumen dianggap kurang lengkap.

Penggugat dalam hal ini diwakili oleh kuasa hukumnya Henry Indraguna dalam sidang lanjutan kali ini mengajukan saski Endang Susanti selaku karyawan di perumahan Palm Hill dengan harapan bisa mengungkap tabir terkait permasalahan tersebut

“bu Endang ini saya hadirkan biar semuanya jelas, dan bisa membuka tabir permasalahan,” ungkap Henry sebelum sidang dimulai, Selasa (5/12)

Namun niat baik Henry untuk itu harus tertunda karena 6 kuasa hukum terguhat menolak saksi yang diajukan oleh penggugat lantaran mereka menganggap walaupun saksi Endang Susanti sebagai bekerja di PT Candi Jati Lestari yang notabene Direktur Utamanya Agus Triharto Soegiarto juga sebagai Direktur Utama di PT Jaya Perkasa Investama.

Menanggapi hal tersebut Henry menyebut seharusnya Hakim tetap melanjutkan sidang walaupun dengan catatan.

“harusnya tidak usah ditunda, cukup diberi catatan. Tapi apapun keputusan Hakim untuk menunda tetap kita hornati dan jalankan,”imbuhnya.

Majelis Hakin akhirnya menunda sidang ini hingga satu minggu kedepan atau Selasa (12/12) dengan agenda yang sama. Hakim juga meminta kepada saksi penggugat untuk membawa bukti berupa surat keterangan dari perusahaan saksi terkait tentang jabatan saksi sesuai dengan permintaan 6 kuasa hukum tergugat. (MJ-303)