Semarang-mediajateng

Petugas sub Direktorat III Tindak Pidana Korupsi Direktorat Resese Kriminal Khusus Polda Jateng menyita uang kerugian Negara sebesar Rp.4,5 milyar dari empat tersangka Tindak Pidana korupsi pada Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Tengah pada pekerjaan pengadaan benih tebu pola II tahap II di kabupaten Pati Tahun Anggaran 2013

Dari keterangan Kabid Humas Polda Jateng Kombes Djarod Padakova didampingi Wadir Krimsus Ditreskrimsus AKBP Haryo Soegihartono dan Kasubdit III Tipikor AKBP Egi Adrian Suez mengatakan Pengerjaan ini dilaksanakan oleh CV Intraco Pratama dengan nilai kontrak Rp.13.447.168.000

Direktur CV Intraco Pratama Hamim Teja Permana (26) dan dan pelaksana pekerjaan Andri Prayitno (37) warga Bandung Jawa Barat
Mahfudi husodo (52) pemilik CV Intraco Pratama dan Soesiati Rahayu (55) yang merupakan Penabat Pembuat Konitmen di Dinas Perkebunan Jawa Tengah

” modus yang dipakai para pelaku ini adalah memberikan uang tunai kepada empat kelompok tani . Seharusnya kelompok tani ini diberikan bibit tebu sejumlah 171,5 Kwintal. Namun dalam pelaksanaanya CV Intraco Pratama tidak mengadakan benih tebu sesuai yang dipersyaratkan dalam kontrak, melainkan hanya mengakomodir benih tebu yang ditanam oleh petani itu sendiri dengan membagikan uang sebagai pengganti untuk pengadaan benih,” ungkap Djarot.

Sementra itu Kasubdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Jateng AKBP Egi Adrian Suez menambahkan untuk memenuhi administrasi dalam rangka meminta pembayaran dari keuangan negara yaitu dengan cara dibuatkan faktur pengiriman benih tebu yg seolah olah CV Intraco Pratama telah mengirimkan benih tebu kepada penerima yaitu kelompok tani.

“Atas faktur pengiriman tersebut yang kemudian menjadi dasar oleh Pejabat/Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP ) untuj membuat Berita Acara pemeriksaan hasil pekerjaan…yang ditandatangani oleh Tersangja Hamim Teja Permana selaku Dir CV Intraco Pratama dengan Pejabat Penerima Hasil Pekerjaan dan diketahui oleh Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) walaupun sebenarnya tidak ada serah terima barang,” ungkap Egi

Egi juga menambahkan penyidik Tipidkor ditreskrimsus polda jateng sudah menyita uang sebanyak Rp.4.508.129.940 yang berasal dari rekening 4 kelompok tani. Dari perhitungan kerugian negara, ahli menyatakan ada kerugian sebesar Rp.13.221.117.180. Untuk hari ini Kamis (30/3) untuk dua tersangka Hamin Teja Permana dan Andri Prayitno berkas sudah lengkap atau (P21) dan akan diserahkan kepada Kejaksaan. Sedangkan pemilik CV Intraco Pratama masih menjalani hukuman di LP Sukamiskin Bandung, Sedangkan Pejabat Pembuat Komitmen Soesiati Rahayu masih menunggu untuk kelengkapan berkas.

Untuk para tersangka ini Pasal yang dilanggar, pasal 2(1) subs pasal 3 UU No.31/1998 sebagaimana telah diubah dengan UU No.39/2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi jo pasal 55 (1) ke 1 KUH Pidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Selama Tahun 2016 lalu subdit Polda Jateng dan Jajaran setidaknya 53 kasus yabg telah ditangani, sedsngkan hingga Akhir Maret 2017 baru 8 perkara. Sedangkan yang sudah P21 ada 4 orang yautu Alkes Solo, Pengadaan TIK di Demak dsn yabg terakhir Benih Tebu di Pati (MJ-303)