Semarang, Mediajateng.net – Sebuah mobil Grand Max Station dengan Nomor Polisi B 1591 UMR terbakar sekitar 200 meter setelah pintu tol Tembalang arah Krapyak atau tepatnya di KM 11+400 B/B, Rabu (14/9) malam sekitar pukul 20.00. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, namun akibat kebakaran ini jalan tol Tembalang sempat ditutup sementara karena untuk proses pemadaman mobil oleh petugas PT Jasa Marga.
Menurut petugas Kepala shift layanan jalan tol Husni Agus, kebakaran diduga disebabkan oleh konsleting. Sebab, saat sampai di pintu tol Tembalang, pengemudi mobil Grand Max, Sukardi (45) warga Desa Nglebak, Kradenan, Blora,  menyampaikan izin ke petugas Jasa Marga untuk menepi karena ada yang tak beres dari mobilnya. “Sopir sudah menyampaikan ke petugas untuk izin menepi di bahu jalan dan bilang ada yang konsleting,” ujar Husni di lokasi kejadian.

Namun, tak berapa lama setelah menepi,  tiba-tiba mobil sudah terbakar. Tiga penumpang yang ada di dalamnya termasuk sopir kemudian berhamburan keluar. Petugas Jasa Marga yang berada tak jauh dari lokasi langsung menuju lokasi dan berusaha memadamkan dengan APAR, atau pemadam portable.
Beberapa saat kemdian petugas Jasa Marga juga mengerahkan sebuah mobil pemadam. Api akhirnya berhasil dipadamkan dalam waktu 15 menit. Namun, mobil Grand Max yang rencananya akan digunakan untuk pergi  Jakarta sudah hangus dan tinggal kerangka.
Sopir dan penumpang masih tampak shock akibat kejadian ini. Mereka belum bisa dimintai keterangan apa pun.
Akibat kebakaran ini, petugas sempat menutup jalan tol Tembalang ke arah selatan sekitar 15 menit karena untuk proses pemadaman. “Jalan ditutup karena dikhawatirkan mobil meledak. Ini sudah menjadi  Standard Operating Procedure (SOP),” terang Husni.

Meski sedikit menimbulkan antrean panjang tetapi tidak terjadi kemacetan parah, karena pada Rabu malam ini lalu lintas tidak terlalu padat. Kemacetan hanya sekitar 300 meter dari pintu tol (MJ-303)

1 KOMENTAR

Comments are closed.