Grobogan-mediajateng

Sementara itu, nasib naas lainnya menimpa Lasinah, warga Desa Kalanglundo, Kecamatan Ngaringan. Dimana, ketika tengah berenang menggunakan ember plastik di Sungai Lusi, nenek berusia 70 tahun itu hanyut.

Tewasnya korban, terjadi sekitar pukul 10.00 WIB. Sebelum kejadian, korban sedang memupuk tanaman jagung di lahan sawahnya yang ada di seberang Sungai Lusi desa setempat.

Untuk menuju sawah, korban menyeberangi sungai dengan bantuan ember plastik yang berfungsi sebagai pelampung. Selesai memupuk, korban hendak pulang. Sama saat berangkat, sang nenek harus menempuh perjalanan pulang dengancara berenang menyebrangi sungai.

Di tengah sungai, ember yang jadi bantuan mengapung lepas karena deras dari arah hulu. Karena tida bisa berenang, nenek yang sudah tua renta itu langsung hanyut terseret arus.

Tubuh nenek berusia 70 tahun itu hingga saat ini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan dari BPBD, SAR, Kepolisian dan warga. Korban tewas ketiga yakni Rukani (40), warga Desa Teguhan, Kecamatan Grobogan.

Korban tewas yang diduga sebagai pelaku pencurian itu, ditemukan 1 kilometer sebelah timur Bendung klambu sekitar pukul 10.00 WIB.

“Betul, ada sesosok laki-laki yang sudah ketemu. Tadi penemuannya sekitar jam 10.00 WIB,” kata Kasi Kedaruratan BPBD Grobogan Masrikan, Kamis (9/2/2017).

Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Eko Adi Pramono, menjelaskan, dari kantong celana mayat ditemukan kartu identitas SIM C atas nama Rukani (40), serta sebuah hand phone yang diduga sebagai hasil pencurian.

“Berdasarkan barang yang berada di tubuh korban, diduga kuat merupakan pelaku pencurian yang kemarin sempat melarikan diri dengan cara mencebur ke sungai,” jelas Kasat Reskrim Polres Grobogan, AKP Eko Adi Pramono (MJ-505)

Comments are closed.