Semarang, Mediajateng.net – Korban terkait dugaan penipuan bermodus memberikan jasa pemberangkatan umrah dengan terlapor Eko Agung Raharjo (39), pimpinan biro perjalanan haji dan umrah Raihlah Alatas Wisata (RAW) Semarang terus bertambah. Hari ini senin (12/12) , belasan calon jemaah umrah kembali melapor ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polrestabes Semarang.

Dina Triana (31) salah seorang korban biro unroh teesebut mengatakan, dirinya terpaksa dilaporkan lantaran pimpinan maupun pihak biro perjalanan tersebut sudah tidak punya etika baik dan tidak ada pemberitahuan sama sekali terkait perkembangannya

“Kantornya sudah tutup, dihubungi juga sudah tidak bisa,” ungkap
warga asal Desa Ngadipuro, Kertosari, Singorojo, Kendal saat melapor.

Adapun, dalam laporan tersebut Dina bercerita sudah memasukan uang Rp 250 juta kepada biro perjalanan .Uang tersebut  rencananya untuk biaya umrah 21 orang yang berasal dari benerarapa kecamatan di Kendal dan Mijen kota Semarang

Dalam perjanjiannya. para calon jemaah itu akan diberangkatkan pada 6 Desember 2016 lalu. Namun kenyatannya hingga
kini puluhan calon jemaah yang mayoritas adalah warga Kendal tak juga diberangkatkan.

“Sampai sekarang tidak diberangkatkan, semuanya tidak jelas dan tidak ada kabar beritanya,” ujarnya

Tin Sunarti (31), pelapor lain mengatakan, uang yang sudah masuk ke biro perjalanan tersebut Rp 101 Nuta . itu sedianya untuuk biaya umrah 4 orang. Namun tanggal yang dijanjikan tiba, mereka tak kunjung diberangkatkan. Sebelumnya, laporan terkait dugaan penipuan dengan terlapor yang sama juga dilakukan oleh belasan calon jemaah lain.

Sementara itu Kapolrestabes Semarang Kombes Abiyoso Seno Aji mengatakan, terkait kasus tersebut masih didalami pihaknya.

“Masih kami dalami, nanti saksi-saksi akan kami panggil untuk diperiksa,” ungkapnya.

Abiyoso mengimbau kepada warga lain yang merasa tertipu untuk segera melapor ke Polrestabes agar kasusnya segera ditindak lanjuti. (MJ-303)

Comments are closed.