SEMARANG- medijateng.net

Kelompok usaha perbangkan berbasis syariah, dinilai perlu memperkuat pemahaman transaksi.
Karenanya, untuk langkah perkuatan transaksi dibidang simpan pinjam berbasis syariah, Lembaga Dahwah Islam Indonesia (DPW LDII) Jawa Tengah menggelar Lokalarya Pengelolaan Keuangan Syariah, di komplek masjid Al Wali, Klipang, Sabtu dan Minggu (18-19/3).

Ketua DPW LDII Jawa Tengah Prof Singgih Tri Sulistiyono menjelaskan, pelaksanaan lokakarya ekonomi digelar untuk lebih mengingatkan dasar-dasar hukum syariah dalam transaksi perbangkan berbasis syariah.

“Lokakarya juga meningkatkan kompetensi operasional bank dan korprasi syariah,” ungkapnya.

Guru besar Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini menambahkan, lokakarya dihadiri sebanyak 250 peserta yakni pengurus DPW LDII dan pengurus forum komunikasi koprasi syariah (FKKS).
Di Jawa Tengah, LDII koordiasikan 35 BMT dan koprasi syariah yang optimis berkembang dimasa mendatang.

“Melihat perkembangan situasi, seyogyanya saja melakukan dakwah, namun perlu lakukan tindakan nyata dengan beri kontribusi kepada masyarakat,” tambahnya.

Dengan lokakarya selama dua hari, diharapkan mampu tingkatkan khualitas agar sesuai dengan kaidah dan tingkatkan sarana dakwah.

“Selain itu juga bagaimana BMT mampu bersing dengan bank konvensional. Hal ini perlu dilakukan karena ada kesan BMT lebih bera atau mahal dari bank konvensional,” tambahnya.

Pelaksanaan lokakarya yang dihadiri 250 pengelola BMT dan koprasi simpan pinjam syariah, diharapkan Ketua MUI Jawa Tengah Ahmad Daroji, menjadi sarana untuk ciptakan pengusaha-pengusaha muda.

“Kalau mau sungguh-sungguh, diperkirakan 10 tahun ke depan akan lahir pengusaha muslim 2.500 orang. Itu jika satu orang membina 10 orang dalam sepuluh tahun,” ungkapnya.

Ahmad Daroji menambahkan, jika muslim di Indonesia yang mencapai 87,2% atau jika dikalikan 260 juta penduduk maka ada sekitar 115 hingga 120 juta orang.

“Namun dengan jumlah terbesar di Indonesia, belum seperti yang diharapkan 87,2% kemampuan ekonomi hanya 10% ini sangat kecil dan masih bisa ditingkatkan,” ungkapnya.

Daroji menambahkan kedepan diharapkan syariah bisa bangkitkan ekonomi umat agar nasib seperti sekarang.

“BMT dan koprasi apa itu hoax? ketidakpercayaan terhadap lembaga keuangan syariah yang sekarang ada, katanya sama saja dengan lmbaga konvensional. Ini tantangan yang harus dijawab, mudah-mudahan bisa menolong transaksi yang saling ridho yang tidak ada yang merasa dirugikan,” harapnya (MJ-505)