Grobogan, Mediajateng.net – Sungguh memprihatinkan ketika melihat langsung kondisi bangunan SDN 2 Kuripan yang tidak layak. Sekolah yang masih berada di lingkup wilayah Kota Purwodadi itu, saat ini memiliki struktur bangunan tembok setengah badan atapnya memakai papan kayu.

Bangunan sekolah yang didominasi kayu ini dibangun tahun 1980’an. Kondisi kayunya sendiri pun sudah lapuk. Setidaknya ada dua ruang kelas yang saat ini belum tersentuh renovasi.

“Ada dua kelas yang belum direnovasi. Beginilah kondisinya,” jelas Jumadi, salah seorang guru di SD 2 Kuripan.

Selain dinding yang jebol, eternit atapnua pun sudah jebol. Untuk menutupi dinding yang jebol hanya ditutup dengan kayu seadanya. Dengan cover tersebut, justru terlihat aneh.

“Kami terpaksa menghuni kelas walaupun kondisinya seperti ini. Kalau hujan disertai angin, pasti air menerobos melewati sela-sela dinding. Jadi proses belajar-mengajar terganggu,” tutur Jumadi.

Tidak hanya itu saja. Kondisi atap yang terpisah dengan gedung yang sudah direnovasi menyebabkan air masuk ke ruang kelas saat hujan turun. Belum lagi, tidak adanya plafon membuat air mudah masuk saat hujan turun. “Kasihan anak-anak saja, belajarnya jadi tidak bisa konsentrasi,” tuturnya.

Menurut pihak sekolah, kerusakan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini sudah sering dilaporkan ke dinas. Namun, sampai saat ini belum ada realisasi pembangunan di sekolah yang total siswanya sebanyak 97 siswa ini.

“Beberapa kali sudah kita laporkan. Namun kenyataannya sampai sekarang belum ada tanda-tanda akan dibangun,” pungkas Jumadi. (ag-mj)

2 KOMENTAR

Comments are closed.