Mayor Inf Khusnul (kanan) tidak segan bercanda tenteng ingkung di dapur warga. Foto : Dokumen kodim 0733 BS Semarang

SEMARANG, Mediajateng.net – Kemiskinan dan hidup dalam kekurangan, tidak selamanya menghilangkan rasa hormat dan rasa terimakasih warga Kota Semarang pada tamunya.

Seperti yang dilakukan keluarga Abdul, kendati hidup kekurangan di rumah yang kurang layak huni. Namun, ketika belasan anggota Kodim 0733 BS Semarang telah bersusah payak membangun dan memperbaiki rumahnya, maka berbagai upaya pun mereka menyuguhkan yang terbaik.

“Saat itu kami anggota yang bertugas mengerkan perbaikan rumah ternyata dimasakkan ingkung. Ayam sengaka dipersiapkan bagi kami. Tentu hal seperti ini mengejutkan kami. Ditengah kekurangan, mereka tetap berupaya yang terbaik,” kata Danramil Ngaliyan Mayor Inf Khusnul, saat ditemui Mediajateng.net, Senin (4/3).

Dimana, ayam menjadi ungkapan rasa terima kasih masyarakat terhadap prajurit Kodim 0733 BS Semarang yang sedang menggelar TNI Manunggal Membangun Desa Sengkuyung Tahap I di wilayah Tugu Semarang.

“Karena sudah menjadibtugas kami berusaha menolak. Bukan tidak suka, tapi biar makanan itu jafi tambahan gizi keluarga,” katanya mengenang.

Yang lebih mengejutkan lagi, karena rasa terima kasih ditambah rasa kekeluargaan yang begitu tertanam betapa tidak, prajurit TNI yang tengah sibuh memperbaiki rumah yang sudah tak layak huni di Kampung Tanggul Sari tersebut tidak boleh pulang bila belum makan sajian si pemilik rumah. “Meski menu ala kadarnya, namun merupakan bentuk penghargaan si pemilik rumah. Semua ini tidak beli, termasuk ayam ini juga hasil peliharaan selama ini,” ungkap istri Abdul yang menunjukkan masakan ingkung ayam dan mangur serta rajungan.

Abdul, suaminya termasuk tokoh masyarakat setempat. Meski sehari-hari sebagai nelayan namun hidupnya termasuk pas-pasan.

Rumah yang dihuninya berukuran 4×10 meter sudah terlihat ambles karena peninggian jalan berulang kali. Bila hujan rumahnya sering menjadi tempat genangan air. Kini rumah Abdul menjadi salah satu sasaran yang hendah di bedah atau diperbaiki.

Mayor Inf Khusnul merasa iba ketika keluarga Abdul begitu perhatiannya kepada para prajurit TNI yang sedang memperbaiki rumahnya.

“Apapun diadakan demi menjamu kami. Tengah siang kami diberi makan siang hingga sore harinya juga sama. Bila kami sedang bekerja, pak Abdul pulang ke rumah sambil membawa beberapa ikan hasil tangkapannya di laut untuk makan kami,” ungkap Mayor Inf Khusnul sebagai perwira yang memimpin rehab rumah Abdul.

Pasiter Mayor Inf Susanto mewakili Dandim 0733 BS Semarang Letkol Kav Zubaedi, Senin (4/3/2019) mengungkapkan ada 10 rumah warga yang ikut dibedah.

“Rata-rata kondisinya rusak parah dan penghuninya dari keluarga yang tak mampu. Harapannya dengan bedah rumah, warga akan memiliki dan menghuni rumah yang layak. Selain membangun rumah layak, kami juga melengkapi jamban bagi rumah yang belum memiliki jamban”, tambah Mayor Inf Susanto.50/mj