GROBOGAN. Mediajateng.net- Bulan suci Ramadan dimanfaatkan sejumlah santri untuk memperdalam amalan dengan membaca ayat suci Al Quran dan surat kuning.

Kesibukan memperdalam ilmu agama, dilakukan ratusan santri. Puasa, menjadi peningkat semangat bagi mereka untuk lebih memperdalam ilmu agama dengan membaca ayat-ayat suci Al Quran.

Hal itulah yang tampak di Pondok Pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo yang berada di Desa Tambirejo, Kecamatan Toroh, Kabupaten Grobogan begitu serius mengikuti pembelajaran mengaji Kitab Kuning oleh pengurus pondok, mengaji kitab kuning ini bertujuan untuk menimba ilmu sekaligus memperoleh barokah dari kitab kuning.

Berbeda dengan bulan biasanya, pada bulan Ramadan ini, proses pembelajaran Kitab Kuning diajarkan lebih cepat dan dapat diikuti oleh seluruh tingkatan santriwati. Membaca Kitab Kuning berfungsi melatih para santriwati untuk dapat mengerti makna dari kitab tersebut.

Bagi para santri belajar Kitab Kuning bukan merupakan hal yang mudah, karena kitab tersebut bersifat gundul atau tanpa harokat (tanda baca) dan hanya bisa dimaknakan oleh yang sudah paham tentang Bahasa Arab .

Menurut Pimpinan Pondok Pesantren Darul Falah Ki Ageng Mbodo, Kyai Gufron At Thorqi, “untuk bisa membaca Kitab Kuning berikut arti harfiahnya, maka para santri harus membaca kalimat per kalimat secara menyeluruh dan dibutuhkan waktu lama, kebanyakan naskah para ulama pada zaman dulu dari berbagai disiplin ilmu, ditulis di atas kertas kuning, sehingga orang sering menyebutnya sebagai Kitab Kuning atau Kitab Gundul,” jelas Gufron.

Kyai Gufron menambahkan “dalam mengaji kitab kuning ini tidak hanya dilakukan oleh santri lokal yang menetap di pondok saja namun banyak santri musiman atau biasa santi kalong yang hanya mengaji saat bulan puasa saja, tujuan mereka yaitu untuk mengambil barokah dari kita kuning yang mereka kaji.” tambahnya.

Bulan puasa tahun ini ada sebanyak 50 santri,15 diantaranya adalah santri kalong atau santri tidak tetap yang memanfaatkan moment liburan dengan mengaji saat bulan Ramadan mereka akan mengaji kitab kuning tersebut mulai awal Ramadan hingga menjelang hari raya Idul Fitri tiba. (Ag-MJ)