PEKALONGAN, Mediajateng.net – Hari raya Idul Fitri merupakan momen penting untuk berkumpul bersama keluarga dan teman. Ribuan bahkan jutaan orang rela berbondong-bondong bergerak menuju kampung halaman untuk mudik lebaran demi bertemu dengan keluarga.

Namun, tidak semua orang mendapatkan momen tersebut karena kewajiban tugas dan tanggung jawab. Seperti halnya yang dialami para anggota Kepolisian yang harus memberikan pelayanan kepada masyarakat yang mudik agar aman dan nyaman. Mereka rela harus melewatkan momen kebersamaan bersama keluarga tercinta di hari kemenangan.

Bripda Roro Dewi Widyaningtyas, anggota Sat Lantas Polres Pekalongan berkesempatan berbagi kisah menghabiskan masa lebaran bukan dengan keluarga namun justru di jalan raya.

Sesuai dengan instruksi dari Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Polisi Tito Karnavian yang telah memerintahkan anggotanya untuk berjaga mengamankan pelaksanaan mudik lebaran. Mereka dilarang untuk libur apalagi cuti.

Bripda Roro Dewi Widyaningtyas mengatakan tahun ini adalah tahun ke-empat baginya melewatkan lebaran jauh dari keluarga. Rasa kangen, tidak dapat ditutupi oleh polisi muda itu. Namun rasa kangen itu ditepis. Baginya, ini adalah konsekuensi sebagai abdi negara, sebagai pelayan masyarakat.

“Perasaan sedih pasti ada. Siapa yang tidak mau bertemu keluarga di hari besar cuma ini sudah resiko dari tugas sebagai abdi negara. Sudah jelas perintah dari Bapak Kapolri untuk seluruh personil Polri harus standby selama pelaksanaan pengamanan arus mudik maupun arus balik,” kata Bripda Roro, kemarin.

Bripda Roro mengungkapkan, bahwa tahun pertama berkarir menjadi seorang anggota Polri, keluarga sempat protes karena lebaran tidak bisa berkumpul dengan keluarga. Namun seiring dengan waktu, keluarga memahami tugasnya sebagai anggota Kepolisian yang sebagian besar waktunya dihabiskan di luar rumah,” ucap Bripda Roro yang malu-malu menyebutkan alamat asalnya.