SEMARANG, Mediajateng.net – Dinas Kebakaran Kota Semarang dinilai lamban dalam merespon laporan masyarakat ketika terjadi kebakaran. Selain itu, persoalan tekhnis juga kerap menghambat kinerja mobil pemadam.
Sampai saat ini, seringnya mobil pemadam kerap menyedot air sungai yang jauh dari lokasi kebakaran. Hal ini membuat Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi melakukan sidak ke Kantor Dinas Kebakaran Kota Semarang, Rabu (21/9). Sidak tersebut dimaksudkan guna memastikan kesiapan dinas tersebut dalam melayani masyarakat. “Tujuan kami untuk meyakinkan Dinas Kebakaran semuanya siap. Tidak ada yang namanya mobil pemadam terlambat ke lokasi kebakaran, apalagi mogok tidak bisa nyemprot air,” ujarnya disela-sela sidak.
Politisi PDIP ini meminta semua personil dinas kebakaran meningkatkan respon ketika masyarakat menginformasikan terjadinya kebakaran. Hal ini penting karena bencana kebakaran bisa terjadi kapan saja sehingga membutuhkan penanganan ekstra. “Telepon hotline tadi kami minta untuk dipastikan berfungsi. Jadi siap sewaktu-waktu ada kebakaran langsung cepat bekerja menuju lokasi,” katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Supriyadi juga melakukan dialog dengan para personel pemadam kebakaran guna mengetahui permasalahan yang terjadi di lapangan. Menurutnya, sebagian besar mengeluhkan masalah kesejahteraan yang masih dibawah Upah Minimum Kota (UMK). “Banyak mengeluh masalah gaji. Mereka bukan PNS. Jumlahnya ada 306 personil petugas pemadam kebakaran. Yang PNS cuma 44 orang. Di pembahasan anggaran sudah kami sampaikan bahwa mereka masih dibawah UMK untuk para karyawannya. Di 2017 akan disesuaikan dengan UMK,” katanya.
Menanggapi keluhan masyarakat terkait lambatnya respon ketika terjadi kebakaran, Kepala Dinas Kebakaran Kota Semarang A Rudianto mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat ke tiap kecamatan agar membuka portal sehingga mobil pemadam bisa masuk menuju lokasi kebakaran. “Kami juga minta kepada masyarakat agar kendaraan roda empat tidak diparkir di jalan depan rumah, terutama di gang perumahan. Karena bisa menyulitkan mobil pemadam yang akan masuk,” pintanya.
Kendala lain, kata dia, jumlah pompa portable saat ini hanya dua buah. Padahal pompa tersebut berfungsi vital ketika lokasi kebakaran berada di gang yang sempit. “Tahun ini kami sudah ajukan untuk pembelian pompa portabel, tapi terkendala anggaran yang minim. Mungkin di Tahun anggaran 2017 bisa terwujud,” pungkasnya. (MJ-078)

1 KOMENTAR

Comments are closed.