Semarang – mrdiajateng.net

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Budi Waseso menyebut keuntungan dari pabrik pembuat pil paracetamol caffein carisoprodol (PCC) di Jalan Halmahera Raya No.27 dalam sebulan mencapai Rp.2,7 Milyard dengan total produksi ratusan juta butir pil ilegal tersebut.

Hal ini disampaikan Komjen Budi Waseso yang didampingi Kapolda Jatemg Irjen Condro Kirono dalam press rilis kasus penggerebekan di rumah mewas yang memproduksi Pil PCC, Senin (4/12) di Jalan Halmahera no 27, Semarang Timur.

” kita sita dalam rumah ini sebanyak 13 juta butir, ada yang sudah dikemas dan siap dikirim ke Kalimantan dan Sulawesi serta ada yang butiran dan berupa bahan baku,”Ungkap Budi Waseso

IMG_20171204_104603

Dari keterangan dua pelaku utama Djoni dan Ronggo memperkerjakan 11 orang karyawan mulai dari tenaga produksi hingga teknisi dan ekspedisi. Rongho ditangkap tim gabungan di kawasan Bandung, Jawa Barat.

” Bahan baku PCC ini didapatkan prlaku dari China dan India, untuk diangkut menggunakan apa sedang kami telusuri,” imbuhnya.

Lanjut, Buwas panggilan akrabnya, untuk sementara baru Djoni dan Ronggo yang kami tetapkan tersangka. Sedang 11 karyawan ini menunggu hasil pemeriksaan. Selain menyitsa jutaan butir pil PCC , petugas juga menyita sebuah senjata api merk Zettira buatan Ceko beserta 10 butir peluru karet. (MJ-303)