SEMARANG, Mediajateng.net –

Menjadi ruang penumpahan angan dan perasaan, puisi kerap dimanfaatkan siapapun, tak terkecuali dua pasangan calon gubernur Jateng, Sudirman Said dan Ganjar Pranowo.

Sudirman Said yang menggandeng Ida Fauziah dalam Pilgub Jateng, membacakan sajaknya dalam Launching Pengawasan Pemilu yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) di Taman Lumbini, kompleks Taman Wisata Candi Borobudur, Rabu (14/2) kemarin.

Dalam acara tersebut, hanya pasangan calon nomor dua yang komplit hadir, Sudirman Said – Ida Fauziah. Sementara Paslon nomor satu hanya Taj Yasin yang hadir.

Taj Yasin, yang diberi kesempatan pertama memilih tidak membacakan sajak, namun menyampaikan riwayat kepemimpinan Rasulullah Muhammad SAW.

Sementara, Sudirman Said membacakan sajak karyanya sepanjang dua halaman yang berjudul “Sajak Untuk Warga Jawa Tengah”. Sebelumnya, Ida Fauziah diberi kesempatan membacakan sajak karyanya sendiri berjudul “Berkasih Sayang Untuk Semua”.

Di tempat lain, Puri Gedeh tepatnya, pada Rabu petang Ganjar Pranowo, ditengah boyongannya pindah dari rumah dinas juGa membacakan sajak. Bukan karyanya sendiri, namun mengutip dari pidato Proklamator Indonesia, Soekarno pada saat pembukaan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 18 April 1955.

Ganjar membacakan diiringi akustik dan gerimis. Ratusan orang, dari relawan dan pejabat yang hadir tampak hikmat menyimak.

Berikut saajak karya Sudirman Said.

Sajak untuk Warga Jateng

Cukup sudah,..
KPK menangkap 93 kepala daerah
ada bupati dan walikota dari 72 penjuru wilayah
Ada gubernur, pemimpin 21 provinsi harus memakai rompi merah
Cukup sudah,…Jangan lagi kita menambah….

Mengapa tak juga jera…
menyaksikan 480 pejabat publik masuk penjara
25 menteri/kepala lembaga diantaranya
4 orang duta besar terseret juga
175 eksekutif dari berbagai strata, eselon satu sampai eselon tiga
dan…144 anggota parlemen di pusat dan daerah pun ikut serta

Cukup sudah,..
koruptor menggondol 203,9 triliun rupiah
itu setara dengan 10 tahun APBD Jawa Tengah
sama nilainya dengan 4 juta ruang-ruang kelas sekolah
jumlah itu cukup untuk membangun 66 ribu puskesmas di santero wilayah
jika dibagikan kepada seluruh petani jawa tengah…
maka tiap mereka mendapatkan 122 juta rupiah..

Berbenah diri,.. inilah saatnya
Tahun ini Jawa Tengah punya 8 Pilkada
1 Provinsi, 5 kabupaten, dan 2 kota
Inilah saat para makmum mencari imamnya
Mempertahankan yang baik, mengganti yang tak punya karya nyata
Memilih yang jujur, mau bekerja
Menyimgkirkan yang korupsi dan mengkhianati warga

Jawa tengah adalah kesempatan besar…
29 kabupaten, 6 kota, 573 kecamatan 7.809 desa, 750 kelurahan menyebar
33,2 juta penduduknya, menghuni wilayah 3,2 juta hektar
ditopang oleh 8 waduk besar, dialiri 19 sungai-sungai lebar
32 pantai wisata, 30 cagar alam, dan hutan bakau puluhan ribu hektar
di 7 wilayah pegunungan, bersemayam 6 gunung api yang amat tenar
sungguh potensi kekayaan alam, yang tak boleh dibiarkan.. telantar..

ada yang menyebut, jawa Tengah adalah tulang punggung republik
menjadi perlintasan banyak budaya, rumah bersama beragam etnik
melahirkan manusia-manusia tangguh, cerdas, dan terdidik
menyimpan beragam ragam budaya, dari kesenian, kuliner, hingga corak batik
mengirim 32 pahlawan nasional, ada tentara, aktivis sosial, dan pejuang politik
tanah dimana 4,5 juta milenials menyongsong masa depan yang harus dipetik…

Jawa Tengah harus dibangun menjadi provinsi yang membanggakan
Tempat persemaian kader muda, pemilik masa depan
Kawah candradimuka, para pencari makna yang sedang menempuh perjalanan
Tujuan akhir, kemana orang-orang tua kita kelak hendak diantarkan

Dan…Hanya kalau para pemimpinnya satukan kata dan perbuatan
Warga Jateng tegak kepala, bangga menggerakkan segala lapisan

Hari-hari ini, kita diuji makna kebersamaan
Berpolitik sebagai ajang kegembiraan
Mengajak segenap warga menyongsong perubahan
Mengerahkan segala akal budi mendorong pembaharuan
Mengembalikan politik pada tempat yang dimuliakan

Politik dahulu adalah jalan perjuangan
Yang dilawan adalah kebodohan, kemiskinan
Politik digunakan untuk melenyapkan ketidakadilan, dan penindasan
Bahkan…seorang Kyai Besar berfatwa..Politik adalah jalan Tuhan
Ladang amal, cara manusia memperbaiki kehidupan
Ikhtiar mulia agar kita di dunia dan di akhirat.. diselamatkan

Di Borobudur ini ..kita bersaksi
Berikrar, bahwa pilkada ini hanya kontestasi
Pilkada bukan permusuhan, melainkan kompetisi
Pilkada jangan jadi ajang adu otot dan materi
Ia harus jadi sarana penyegaran dan uji kompetensi
Lomba kebajikan, adu integritas, dan unjuk reputasi
Fastabikhul khairaat,..kata para kyai dan guru ngaji

Demokrasi adalah partisipasi, bukan mobilisasi
Hindari politik uang, pecah belah dan agitasi
Ajak rakyat memilah dan memilih dengan nurani
Bukan diapusi dengan iming-iming materi
Bukan pula ditakuti dengan intimidasi

Mari, dengan rendah hati kita jalani
Agar Tuhan Sang Maha Kuasa, Sang Maha Pemberi
Menurunkan rahmat pada seisi bumi
Agar rakyat beroleh manfaat sejati
Gemah Ripah Loh Jinawi
Rakyat sehat, sejahtera, cerdas berisi
Hingga tunai, cita-cita para pendiri negeri

Borubudur, 14 Februari 2018