GROBOGAN, Mediajateng.net- Kemajuan teknogi juga berdampak pada cara berpikir anak-anak. Dulu, anak-anak lebih suka berkumpul bersama teman sebayanya.

Mereka memainkan berbagai macam permainan tradisional seperti engrang, bakiak, atau cublak cublak suweng. Tidak saja diajak bermain, namun anak juga diajak olah tubuh, olah ketangkasan, olah kecepatan hingga olah ketrampilan sehingga badan anak tidak malas dan lebih sehat.

Kini, perkembangan gawai sangat melesat hingga mengubah cara pandang anak terhadap permainan. Mereka lebih suka mengisi waktu luang dengan bermain game melalui ponsel pintar atau bermain game online yang disajikan lewat game center. Kendati terkesan mengoper bola, namun kaki tetap bertumpu di kurs.

Kendati dalam permainan sedang lari bersembunyi dari kejaran, namun badan mereka tetap tengkurap di atas tempat tidur atau karpet. Tidak berhenti disitu, kendari mereka merasa bermain dengan 11 pemain di kesebelasannya dan melawan 11 pemain dari kesebelasan lain sebenarnya permainan jaman now membuat anak sendiri di dalam keramaian.

Atas dasar keprihatinan itulah, Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan mengadakan kegiatan lomba permainan tradisional. Lomba, yang diikuti ratusan anak plus bisa mengingatkan kembali masa kecil para guru, aparatur sipil negara (ASN) bahkan bupati Sri Sumarni, digelar di Alun-alun Purwodadi.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Grobogan, Amin Hidayat, Rabu (14/3) menjelaskan, dengan mengajak dan membuat anak merasakan permainan tradisional maka diharapkan permainan yang telah dikenal dan dimainkan sejak nenek moyang tetap menjadi sesuatu keasyikan bagi anak.

“Dengan merasakan langsung, maka anak tetap teringat dibenak anak-anak. Selain itu, biar anak-anak badannya bergerak dan tidak hanya bermain game di atas tempat tidur,” katanya.

Di awal acara, Bupati Grobogan Hj Sri Sumarni membuka lomba dengan melepas peserta lomba permainan engrang yang diikuti peserta. Mayoritas dari peserta adalah pelajar tingkat SD se Kabupaten Grobogan.Dengan mengenakan seragam olahraga lengkap, Sri Sumarni ikut memberikan semangat kepada para siswa peserta lomba tradisional ini.

Terlihat para siswa sangat antusias dengan kegiatan ini. Mereka berlomba-lomba berjalan di atas kayu engrang ini.

“Awalnya takut disuruh ikut lomba ini. Tidak terbiasa mainan seperti ini. Tetapi saya latihan terus. Akhirnya bisa,” tutur Bagas, siswa SDN 3 Gundih.

Pembukaan lomba permainan tradisional yang bersamaan dengan pameran buku ditanggapi positif oleh Bupati.

“Permainan tradisional harus digalakkan terus karena itu bagian dari kearifan lokal. Sementara untuk Perpusd diharapkan dapat memberi pelayanan maksimal dan menggalakkan literasi untuk anak-anak di Kabupaten Grobogan ini,” katanya.(agung-Mj)