Kudus-mediajateng.net

Setelah sepakat adanya Forum Pengurangan Bencana dan penanggulangan Bencana (PRB dan PB) yang telah dibentuk dalam beberapa waktu yang lalu, kini di Pertemuan Stakeholder yang kedua mulai membentuk kepengurusannya. Seluruh jajaran Stakeholder yang ada di Kabupaten Kudus ikut dilibatkan dalam forum tersebut.

‘’Membentuk forum yang dimana menjadi garda terdepan meminimalisir resiko bencana secara terpadu, tentunya butuh keterlibatan semua leading sektor dari masing masing stakeholder. Entah iu dari pihak BPBD, TNI, Polisi, PMI, LPBI NU dan organisasi organisasi masyarakat lainnya,’’tutur Agus Niam, pada saat memimpin jalannya Diskusi forum PRB di Gedung OASIS Djarum Kudus, Sabtu 18/03.

Menurut Agus, sinergi ini menjadi penting, karena fakta di lapangan, seringkali terjadi benturan antar lembaga. Tak jarang saat bencana yang terjadi tidak besar, relawannya banyak, sedangkan bencana yang begitu besar, relawannya malah sedikit.

‘’Maka dari itu, untuk membuat forum PRB ini harus mempunyai kerangka konseptual pengurangan resiko bencana yang termaktub dalam Statuta. Statuta inilah yang sebagai norma hukum dasar yang dipergunakan dalam merencanakan, mengembangkan program dan menyelenggarakan kegiatan tersebut,’’ujar Subarkah, Ketua PRB Kudus. (MJ-00)