SEMARANG – mediajateng.net

Kepastian turunnya anggaran bagi sekolah tingkat SMA/SMK sederajat termasuk anggaran honor bagi Guru Tidak Tetap (GTT) pada akhir bulan ini, mewajibkan kepala sekolah untuk merevisi Rencana Kerja Anggaran Sekolah (RKAS)

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah Gatot Bambang Hastowo mengatakan jika Peraturan Gubernur (Pergub) terkait turunnya anggaran saat ini masih melalui proses pembahasan akhir dan diprediksi akan rampung pada akhir bulan ini.

” Saat ini Pergubnya masih proses pembahasan tahap akhir,dan diperkirakan seiring dengan terbitnya Pergub tersebut, honor GTT akan bisa cair akhir Maret ini,”katanya.

Gatot menambahkan, dirinya meminta kepala sekolah untuk segera melakukan revisi RKAS karena anggaran untuk GTT pada Januari-Juni 2017 berbeda dengan yang dibuat dalam RKAS sekolah sebelumnya. Salah satu perberdaan yang ada adaalah soal gaji GTT yang belum sesuai UMK.

” Contohnya pada anggaran honor GTT sebelumnya sebesar Rp 900 ribu perbulan. Itu harus diubah karena per Januari 2017 akan sesuai Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) yang rata-rata di atas Rp 1 juta. Selisih kekurangannya juga akan ditambahkan dan dirapel,” bebernya.

Dirinya menjelaskan jika sebelumnya tidak ada masalah pada Januari dan Februari karena honor GTT/PTT ditanggung oleh masing-masing sekolah. Menurut dirinya uang yang telah dikeluarkan pihak sekolah akan diganti oleh Pemerintah.

” Nanti prosesnya akan diganti ke sekolah masing-masing karena pada Januari dan Februari sudah di talangi oleh sekolah masing-masing,” jelasnya.

Saat ini dari data yang adan jumlah GTT SMA/SMK dan tenaga kependidikan non-PNS atau PTT di provinsi Jateng mencapai 15.318 ribu orang. Terdiri atas
7.768 GTT dan 7.550 PTT, data tersebut menurut dirinya masih bisa berkembang atau berkurang.

” Jadi gaji GTT ini akan disesuaikan dengan nominal standar Upah Minimum Kabupaten/Kota (UMK) masing-masing,” tegasnya.(MJ-606)