Semarang – mediajateng.net

Penghuni rumah kontrakan mewah di Jalan Halmahera Raya No 27, Kota semarang yang digrebek Badan Narkotika Nasional (BNN) jarang terlihat oleh warga sekitar. Bahkan kegiatan di dalam rumah tersebut tertutup dan tidak ada yang tahu apa aktivitas didalamnya.

BNN menggerebek rumah mewah yang digunakan sebagai pabrik pembuat obat terlarang paracetamol caffein carisoprodol (PCC) di Jalan Halmahera Raya nomor 27, Semarang Timur.

Salah satu penjaga keamanan di rumah sebelah lokasi, Mulyono (41) mengatakan rumah nomor 27 itu disewa penghuni baru sejak 3 bulan lalu. Sebelumnya rumah tersebut disewa pengusaha sarang walet. Selama tiga bukan tidak pernah diketahui apa kegiatan yang dilakukan di dalam rumah.

“Tidak tahu kegiatan apa di dalam. Sehari-hari ada mobil Luxio Jam 16.00 sampe 17.00 sore masuk,” ujar Mulyono di lokasi, Minggu (3/12/2017).

Mulyono pernah menanyai seorang pria yang keluar dari rumah tersebut dan mengatakan pria itu baru saja mengurus tambah daya listrik dan katanya rumah itu akan digunakan untuk pembuatan idustri roti.

“Aktivitasnya katanya mau dibuat roti. Kalau keluar masuk pintu langsung ditutup,” ujarnya.

BNN dan BNNP Jawa Tengah sejak pagi tadi dan hingga sore ini petugas masih berada di dalam rumah tersebut. Rencananya Kepala BNN Komjen Budi Waseso akan datang ke lokasi.

Petugas BNN juga sempat membawa barang bukti yang ditempatkan dalam beberapa karung yang dibawa menggunakan 2 mobil salah satunya mobil Luxio bernopol H 9328 JP. Menurut informasi, barang tersebut diambil dari gudang di Medoho Semarang. (MJ-303)