DEMAK, Mediajateng.net – Ratusan pecinta keroncong menghadiri perhelatan Kenduri Keroncong 3 yang diselenggarakan oleh Orkes Keroncong Gita Citra Alam (GCA) Demak, di Hotel Citra Alam Demak , Sabtu (26/10/2019) malam.
Selain sebagai ajang silaturahmi para pecinta keroncong, Kenduri Keroncong juga menjadi penanda peringatan, sekaligus perayaan hari ulang tahun Orkes Keroncong Gita Citra Alam (GCA) Demak yang didirikan pada era tahun 2006 – 2007 yang disusul dengan Tjong Young (keroncong muda GCA) pada tahun 2016.
Pada Kenduri Keroncong 3 kali ini, dihadiri pegiat keroncong dari luar daerah seperti Trenggalek, Blitar, Bandung, Semarang, Ungaran, Salatigas dan Solo. Adapun rangkaian acaranya diawali dengan sarasehan keroncong dan diskusi Road To konggres Pemoeda Kronjongers tahun 2020. Dan puncaknya penampilan Orkes Keroncong GCA dan Tjong Young GCA dengan bintang tamu Indra Utami Tamsir.
Berbalut kebaya hijau dipadu bawahan jarit lurik warna coklat, Utami Tamsir salah satu maestro keroncong Indonesia itu tampil anggun dan memukau penonton yang hadir.
Suara emasnya menghipnotis penonton yang mayoritas adalah para Krontjongers (sebutan pecinta keroncong), mereka diajak berdendang bersama, sehingga suasana malam itu semakin hidup penuh nuansa kekeluargaan.
Diiringi oleh Orkes Keroncong GCA dan Tjoung Young GCA, Utami Tamsir yang dijuluki The Next Waldjinah membawakan tiga buah lagu. Pertama keroncong Citra Pahlawan, Keroncong Bengawan Solo dan Enthit.
Keroncong Citra Pahlawan yang dibawakan oleh artis kelahiran Blora 16 Juli 1974 itu, salah satu lagu keroncong yang masuk nominasi AMI Award 2019. ). Iut sendiri pernah dinobatkan sebagai penyanyi keroncong terbaik Anugerah Musik Indonesia (AMI) Awards 2013.
“Baru 11 tahun menggeluti keroncong, saya merasa masih baru. Ingin meregenerasi keroncong. Budaya keroncong harus dijaga, salah satunya Tjong Young GCA ini, anak anak muda yang luar biasa,” kata Utami Tamsir.
U

Tamsir satu-satunya pejuang keroncong kekinian di era millennial ini, mengajak semua hadirin dan para Krontjongers agar tetap bersemangat melestasikan keroncong sebagai musik asli Indonesia.

“Semakin mencintai keroncong semakin cerdas. Keroncong salah satu musik berkelas. Kedepan saya ingin membuat keroncong idol, semoga terlaksana,” ujarnya.
P

Pembina GCA Demak, mengatakan, perhelatan Kenduri Keroncong sebagai ajang silaturahmi sesama pecinta keroncong, sekaligus sarana berkumpul dan berdiskusi mengenai hal – hal terkait keroncong diantara komunitas maupun pegiat keroncong.

“Kenduri Keroncong ini agenda rutin tahunan. Tujuan utamanya silaturahmi antara pegiat musik keroncong. Juga mengenalkan musik keroncong pada generasi millenial , utamanya anak muda Demak,” kata Prilastono yang juga salah satu pendiri GCA Demak.