Kemensos Terpukau Budidaya Kelor Ini Blora Ini

Blora, Mediajateng.net – Budidaya tanaman kelor yang memiliki banyak manfaat bagi kesehatan dan pengembangan ekonomi masyarakat di daerah Ngawenombo, Kabupaten Blora ternyata menarik banyak pihak.

Tidak hanya kalangan pegiat pertanian dan ahli nutrisi saja, kalangan pejabat juga tertarik datang langsung budidaya tanaman berwarna hijau ini. Salah satunya Direktur Jenderal (Dirjen) Penanganan Fakir Miskin (PFM), Kementerian Sosial (Kemensos) RI, Andi ZA Dulung. Ia datang bersama rombongan, Kamis (30/8/2018) lalu.

Kedatangannya ke Puri Kelorina Desa Ngawenombo bersama Direktur PFM Perkotaan Mumu Suherlan, Kepala Dinas Sosial Jawa Tengah dan Kepala Dinas Sosial DIY disambut hangat oleh Wakil Bupati H.Arief Rohman M.Si dan Kepala Dinsos P3A Blora, serta pemilik kebun kelor, Ai Dudi Krisnandi.

Di Puri Kelorina, rombongan Dirjen tersebut menerima pemaparan dari Ai Dudi Krisnandi yang juga owner PT Moringa Indonesia tentang cara menanam, memetik, mengolah dan berbagai macam manfaat kelor bagi manusia.

Andi ZA Dulung mengapresiasi atas pengembangan budidaya kelor yang luar biasa di Kabupaten Blora ini. Hal ini menurutnya, tentu menjadikan terobosan positif untuk masyarakat dalam meningkatkan perekonomian warga.

“Pertumbuhan kelor di Blora ini kita tahu sangat bagus, tentu ini positif bagi para masyarakat Blora khususnya untuk lebih mengembangkan budidaya kelor,” ucap Andi ZA Dulung.

Andi menjelaskam, adanya budidaya kelor ini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk mengembangkan sebuah inovasi produk dari bahan kelor. Sehingga ekonomi masyarakat meningkat dan angka kemiskinan bisa ditekan.

“Kelor ini sangat banyak manfaatnya, tadi Pak Dudi mengatakan kelor bisa diolah menjadi berbagai macam produk, tentu ini sangat membantu masyarakat untuk lebih inovatif lagi sehingga masyarakat mendapatkan penghasilan tambahan,” lanjutnya.

Kedepannya, tambah dia, budidaya kelor bisa lebih di kembangkan di Blora dan daerah daerah lain, di Jawa Tengah maupun luar Jawa Tengah.

“Kelor baru baru ini di kembangkan di NTT, kita lihat contoh di Blora berkembang, nanti kita kembangkan Kelompok Usaha Bersama (KUBE) disini ke arah kelor, jika berhasil nanti bisa di kembangkan di daerah lain,” ucapnya.

Dalam kunjungan tersebut, Andi ZA Dulung juga mengunjungi, kebun kelor seluas tiga hektare milik Dudi Krisnadi. Disana Andi melihat langsung lahan dan tempat produksi pengeringan kelor.

Sementara itu, Wakil Bupati Blora Arief Rohman mengucapkan terimakasih atas kunjungan Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos RI bersama rombongan di Puri Kelorina milik Dudi Krisnadi ini.

“Terimakasih atas kunjungannya. Kami mohon bimbingan kedepannya. Mengingat PR kami di Blora ini adalah pengentasan kemiskinan yang angkanya masih 13 persen. Dengan kunjungan Pak Dirjen ini diharapkan ada arahan agar angka kemiskinan bisa menurun,” katanya.

Arief Rohman mengaku, berkat Kelorina ini, masyaralat Desa Ngawenombo kini perekonomiannya mulai meningkat. Banyak yang bekerja di Puri Kelorina dan mencoba mengembangkan budidaya kelor sendiri. Selain itu berkat kelor, Blora kini menjadi terkenal, banyak yang datang kesini, untuk pengembangan kelor ini.

“Pak Dudi ini sangat kreatif dan luar biasa, bisa mengembangkan Kelor di Blora yang dulunya hanya berupa hutan jati,” ucapnya.

Sementara itu Dudi Krisnadi mengaku sangat berterimakasih atas kunjungan dari Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kementrian Sosial RI.

“Semoga kedepan budidaya kelor semakin banyak dan mampu membantu peningkatan perekonomian masyarakat Blora,” pungkas Dudi. (Ag-Mj)

Comments are closed.