SEMARANG, Mediajateng.net -Kementrian Sosial (Kemensos) siap memfasilitasi pemulangan pengikut Dimas Kanjeng Taat Pribadi yang kini masih tinggal di padepokan yang ada di Probolinggo Jawa Timur.

Tercatat pengikut Dimas Kanjeng beradal dari hampir sebagian besar provinsi di Indonesia, tidak terkecuali Jawa Tengah.
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa menjelaskan bahwa apa yang menimpa warga, dengan menjalani laku sebagai pengikut Dimas Kanjeng merupakan sebuah bencana sosial. Oleh ksrena itu,  pihak kementrian sosial siap memfasilitasi pemulangan korban menggunakan bus Damri untuk wilayah Jawa dan Kapal Pelni untuk korban yang tinggal di luar Jawa secara gratis. “Kita masih terus update jumlah pengikut Dimas Kanjeng yang masih bertahan di tenda-tenda padepokan,” kata dia kemarin.

Sampai saat ini, Kemensos terus berkoordinasi  dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur dan Dinsos kabupaten Probolinggo. Pada prinsipnya, korban yang tidak bisa pulang akan dipulangkan oleh Kementrian Sosial secara gratis. Saat ini menurut standar operasional prosedur (SOP) terkait pemulangan pengikut Dimas Kanjeng di Probolinggo telah banyak dilakukan. Seperti halnya langkah Kemensos memulangkan sebagian besar TKI bermasalah yang dideportasi di Malaysia tiap dua minggu sekali.  “Dinsos Kabupaten Probolinggo sendiri sudah bilang ini masuk bencana sosial,” jelasnya.

Selain itu, Kemensos juga bakal memberi kompensasi bagi para korban. Namun menunggu hasil pendataan. “Dipetakan  korban tersebut kategori miskin atau tidak, kalau masuk ketegori miskin para korban  mendapatkan jaminan hidup Rp900 ribu untuk satu kali perbulan,” jelas dia.  (MJ-069)

Comments are closed.