SEMARANG, Mediajateng.net, – Sebanyak 4 Aparatur Sipil Negara (ASN) dan satu non ASN terjaring razia yustisi Satpol PP Kota Semarang di DP Mall, Rabu (25/9). Mereka kedapatan berada diluar kantor pada saat jam kerja.

Menurut Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto, razia yustisi tersebut dimaksudkan untuk menjaring ASN dan non ASN yang kedapatan tengah berkeliaran di luar kantor dan tidak sedang bertugas, namun berlangsung pada saat jam kerja.

”Kami menemukan 4 ASN dan non ASN yang bekerja pada salah satu bagian di pemkot, tengah berada di DP Mall, pada saat jam kerja. Mereka dengan santainya menyampaikan alasan izin untuk makan. Namun, mereka justru didapati tengah berada di salah satu lokasi yang bukan merupakan tempat makan,” ujar Fajar Purwoto.

Dia mengatakan, keempat ASN dan non ASN tersebut dianggap melanggar PP No.53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Alasan keluar untuk makan pun dinilai tidak tepat karena didapati berkeliaran di pusat perbelanjaan pada pukul 11.00. Sementara waktu istirahat ASN Pemkot Semarang pada pukul 12.00 hingga 13.00.

Selain itu, lanjut dia, tindakan keras ini merupakan bagian dari usaha penegakan disiplin dan penindakan atas pelanggaran Perda. Fajar menambahkan, razia yustisi perlu dilaksanakan, karena kalau tidak nanti justru terkesan Pemkot Semarang membiarkan ASN bertindak seenaknya, dengan membebaskan agar berkeliaran di mall pada saat jam kerja.

Seperti diketahui, razia yustisi itu dilakukan di dua pusat perbelanjaan modern, yakni DP Mall dan Java Supermall. Dalam melakukan razia tersebut, Satpol PP Kota Semarang menggandeng Badan Kepegawaian, Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPP) Kota Semarang dan Satpol PP Provinsi Jawa Tengah. (ot/mj)