Semarang-mediajateng.net

Kasus raibnya tanah yang diklaim seluas 1 hektar milik mantan Walikita Semarang Soetrisno Suharto kembali diangkat oleh kuasa hukumanya Novel Al Bakri. Jum’at (31/3) Novel kembali mendatangi Polrestabes Semarang guna menanyakan kepastian Hukum atas kasus yang menimpa klienya sejak tahun 2013

Novel mengharapakan agar Satreskrim Polrestabes bisa menindak lanjuti Proses ini karena adanya bukti bukti baru yang akan ditunjukan

“Ini limpahan dari Ditreskrimun Polda Jateng untuk ditangani ke Polrestabes Semarang. Saya harap diterima, jangan berpikir karena kasus ini pernah dilaporkan kesini (polrestabes) lantas tidak mau menangani.

Novel mengatakan bahwa sengketa ini sudah menemui titik terang, lantaran bukti bukti yang selama ini hilang sudah ditemukan. Dia menduga bahwa selama ini terjadi konspirasi dari oknun pegawai BPN dan Notaris untuk menguasai tanah yang berada di Jalan Bukit Kayangan, Bukitsari Semarang.

“Wajar saja tanah itu menjadi incaran lantaran mulai dari harga tanah, lokasi dan view sangat bagus untuk dijadikan perumahan. Mengapa menjadi susah diselesaijan padahal tanah berada di depan rumah klien kami,” ujarnya

Lebih lanjut Novel mengatakan bahwa dugaan penyerobotan tanah ini dilakukan oleh oknum oknum dari Notaris dan pegawai BPN yang melihat bahwa klien kami Soetrisno Suharto mengalami sakit, terutama masalah kepikunan.

Setelah melalui penelusuran selama tiga tahun termasuk ke pengengembang waktu itu yaitu PT Bukitsari, akhirnya diadakan ukur ulang yang dilakukan instansi terkait dan mendapati tanah milik klien kami hanya 6.400 meter persegi

” harusnya Satu hektar sesuai dengan nomer obyek pajak, kenyataanya justru sisa tanah itu sudah dijadikan bangunan dan fasikitas umum,” imbuh Novel. (MJ -303)