SEMARANG, Mediajateng.net – Puluhan pedagang kaki lima (PKL) barang kuno dan antik di kawasan Kota Lama Semarang segera direlokasi.
Pemerintah Kota Semarang saat ini tengah fokus penataan pada litle nedherland tersebut sebagai salah satu tujuan wisata.  “Beberapa waktu lalu, kami sudah bertemu dengan Pak Gubernur (Ganjar Pranowo, red.) mengenai peminjaman gudang,” kata Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu di Semarang, kemarin.

Selama ini, ada dua kelompok pedagang yang menjajakan barang kuno dan antik di Kota Lama, yakni Paguyuban Pedagang Barang Seni (Padangrani) dan Komunitas Klithikan Antik Kota Lama (Kokakola).
Pedagang yang tergabung dalam Padangrani menempati sekitar Taman Srigunting, sementara Kokakola sebelumnya menempati lokasi sama tetapi sudah pindah ke eks-Hotel Jansen yang masih di Kota Lama.
Ita, sapaan akrab Hevearita mengatakan Gubernur Jateng sudah mengizinkan peminjaman gudang Disdik Jateng yang berjumlah dua bangunan, masing-masing seluas 900 dan 600 meter persegi. “Sudah ada lampu hijau, demikian pula dengan kepala dinasnya (Disdik Jateng, red.). Makanya, ini tinjauan ke sini untuk ‘itung-itungan’ mengenai lokasi penempatan PKL di dua gudang ini,” katanya.
Rencananya, kata Ita yang juga Ketua Badan Pengelola Kawasan Kota Lama (BPK2L) Semarang, PKL yang direlokasi ke gudang itu hanya Padangrani, namun tidak menutup kemungkinan Kokakola juga diajak. “Nanti kan ada dua gudang. (Jumlah, red.) PKL Padangrani hanya 21 pedagang. Dengan luas gudang sekitar 900 dan 600 meter persegi, kalau hanya diisi 21 lapak kan ‘ngglondang’ (masih lapang),” katanya.
Maka dari itu, kata dia, Padangrani akan ditempatkan di satu gudang dikombinasi dengan PKL-PKL lain, seperti kuliner kering, distro, sementara gudang satunya dipakai Kokakola dikombinasi PKL lainnya. “Targetnya, pedagang sudah bisa masuk sebelum Desember 2016. Setelah ini, Disdik Jateng akan melakukan proses administrasi, dan sebagainya. Semakin cepat, tentunya semakin baik,” pungkas Ita.
Sementara itu, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Disdik Jateng Tri Handoyo yang ditemui di lokasi menjelaskan dua gudang itu selama ini dipakai untuk menyimpan aset-aset dan dokumen pendidikan. “Sudah lama sekali dipakai Disdik. Sejak saya masuk jadi PNS, sudah dipakai gudang ini. Ada yang dipakai menyimpan buku, dan sebagainya. Kalau gudang yang satunya barang-barang bekas,” katanya. (MJ-069)

3 KOMENTAR

Comments are closed.